Peran Guru Sejarah Dalam Membangun Karakter Nasionalisme Peserta Didik Melalui Pembelajaran Sejarah Kelas XI Di SMAN 104 Jakarta Timur

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/eqhfmr47

Keywords:

Guru Sejarah, Nasionalisme, Karakter Peserta Didik, Pembelajaran Sejarah, Pendidikan Karakter.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru sejarah dalam membangun karakter nasionalisme peserta didik melalui pembelajaran sejarah pada siswa kelas XI di SMAN 104 Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk sikap nasionalisme generasi muda di tengah perkembangan globalisasi dan perubahan sosial yang semakin pesat. Pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme karena materi sejarah mengandung perjuangan bangsa, semangat persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air. Oleh karena itu, guru sejarah memiliki tanggung jawab dalam membimbing dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada peserta didik melalui proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk melihat proses pembelajaran sejarah di kelas, sedangkan wawancara dilakukan kepada guru sejarah dan peserta didik untuk mengetahui bentuk peran guru dalam membangun karakter nasionalisme. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data pendukung berupa perangkat pembelajaran dan kegiatan sekolah yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah memiliki peran penting dalam membangun karakter nasionalisme peserta didik melalui pembelajaran sejarah. Guru menanamkan nilai nasionalisme melalui penyampaian materi sejarah perjuangan bangsa, penggunaan metode pembelajaran yang interaktif, serta pemberian teladan sikap cinta tanah air. Selain itu, peserta didik menunjukkan sikap lebih menghargai perjuangan pahlawan, mencintai budaya bangsa, dan memiliki rasa persatuan setelah mengikuti pembelajaran sejarah. Dengan demikian, pembelajaran sejarah dapat menjadi sarana penting dalam membentuk karakter nasionalisme peserta didik di sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Lickona, T. 2012. Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Moleong, L. J. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslich, M. 2011. Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Nazir, M. 2014. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Sardiman, A. M. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sjamsuddin, H. 2012. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Susanto, H. 2014. Seputar Pembelajaran Sejarah: Isu, Gagasan, dan Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Tilaar, H. A. R. 2007. Mengindonesia: Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.

Downloads

Published

2022-01-04

How to Cite

Peran Guru Sejarah Dalam Membangun Karakter Nasionalisme Peserta Didik Melalui Pembelajaran Sejarah Kelas XI Di SMAN 104 Jakarta Timur. (2022). Jurnal Alur Sejarah: Ilmu Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 6(1), 528-535. https://doi.org/10.30998/eqhfmr47