Makna Figur Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta Studi Kasus: Semar Karya Ki Bambang Suwarno

Authors

  • Yayah Rukiah Universitas Indraprasta PGRI Author
  • Ranang Agung Sugihartono Author
  • Sarwanto Author
  • Sunardi Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/ymzdge42

Keywords:

Semar, wayang kulit purwa, semiotika Roland Barthes, budaya Jawa, Surakarta

Abstract

Wayang kulit purwa bukan hanya cara untuk menunjukkan sesuatu, tetapi juga teks visual yang menunjukkan bagaimana masyarakat Jawa memandang dunia. Di antara tokoh-tokoh wayang, Semar menempati posisi unik sebagai pelindung, penjaga, dan figur otentik kepulauan. Meskipun banyak penelitian yang mengkaji Semar dalam kerangka pakeliran, moralitas lakon, dan kepemimpinan Jawa, interpretasi Semar sebagai artefak visual masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna unsur-unsur visual tokoh Semar yang diciptakan oleh Ki Bambang Suwarno dalam tradisi wayang kulit purwa gaya Surakarta melalui semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif-interpretatif kualitatif, dengan memanfaatkan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi penanda visual, menguraikan makna denotatif dan konotatif, lalu menafsirkan mitos atau ideologi budaya yang bekerja di balik representasi Semar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wajah sumeh, mata rembesan, kuncung yang mengarah ke atas, badan elips, warna hitam berpadu prada, tangan yang menunjuk, dan kaki yang rapat membentuk sistem tanda yang mengukuhkan Semar sebagai sosok yang rendah hati, pamomong, penjaga keharmonisan, dan penghubung dimensi duniawi dan ketuhanan. Dalam tataran mitologi, tokoh ini menaturalisasikan pandangan masyarakat Jawa bahwa keluhuran tidak selalu terwujud dalam wujud fisik ideal, melainkan dalam tindakan yang membimbing, memelihara, dan meninggikan dunia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmadi, A. (2016). Kriya Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta Identifikasi Pola, Aneka Tatahan dan Sunggingannya. ISI Press Surakarta.

Bahri, B. I. (2019). Symbolic Meaning of Pakeliran Ki Manteb Soedharsono Entitled Semar Sang Pamomong. IISTE: Journal of Literature, Languages and Linguistics, 59, 42–48. https://doi.org/10.7176/JLLL/59-06

Cassires, E. (1994). An Essay on Man: An Introduction to A Philosophy of Human Culture. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Darmawan, D. (2021). Dinamika Riset Kualitatif Diskusi Praktis & Contoh Penerapannya. PT. Remaja Rosdakarya.

Darmoko. (2015). Moralitas Jawa Dalam Wayang Kulit Purwa: Tinjauan Pada Lakon Laire Semar. Paradigma, Jurnal Kajian Budaya, Vol. 5 No., 118–148. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17510/paradigma.v5i2.52

Djelantik, A. A. M. (1999). Estetika Sebuah Pengantar. Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).

Endraswara, S. (2017). Antropologi Wayang; Simbolisme, Mistisisme, dan Realisme Hidup. Morfalingua.

Ghony, D., Wahyuni, S., & Almanshur, F. (2020). Analisis dan Interpretasi Data Penelitian Kualitatif. PT. Refika Aditama.

Habsy, B. A. (2017). Semar Puppet Counseling Model. COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education, 2(1), 19–24. https://doi.org/DOI: 10.23916/002017024410

Ismunandar K, R. (1984). Wayang, Asal-usul dan Jenisnya. Dahara Prize.

Kresna, A. (2012). Punakawan: Simbol kerendahan hati orang Jawa. Narasi.

Moleong, L. J. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revi). PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyono, S. (1989). Apa dan Siapa Semar. CV. Haji Masagung.

Nurcahyo, J. (2018). Makna Simbolik Tokoh Wayang Semar Dalam Kepemimpinan Jawa. Jurnal Media Wisata, Vol. 16, n, 1069–1076. https://doi.org/https://doi.org/10.36276/mws.v16i2.265

Prastowo, A. (2019). Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Ar-Ruzz Media.

Rahmawati, I. (2021). Pengantar Psikologi Sosial. Bumi Aksara.

Sagio, & Samsugi. (1991). Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta. CV. Haji Masagung.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Alfabeta.

Sumukti, T. (2006). Semar Dunia Batin Orang Jawa (Cetakan II). Penerbit Galangpress.

Suwarno, B., Haryono, T., Soedarsono, R. M., & Soetarno. (2014). Kajian Bentuk dan Fungsi Wanda Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta, Kaitannya dengan Pertunjukan. Gelar Jurnal Seni Budaya, vOL. 12, n. https://doi.org/https://doi.org/10.33153/glr.v12i1.1487

Published

2026-01-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Rukiah, Y., Ranang Agung Sugihartono, Sarwanto, & Sunardi. (2026). Makna Figur Semar Wayang Kulit Purwa Gaya Surakarta Studi Kasus: Semar Karya Ki Bambang Suwarno. Deiksis, 18(1). https://doi.org/10.30998/ymzdge42