Alih Wahana Naskah Kutika menjadi Komik: Inovasi Sastra Klasik di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.30998/ab3z6829Keywords:
Alih Wahana, Kutika, Komik, Sastra KlasikAbstract
Naskah kuna merupakan warisan budaya yang mengandung pengetahuan, nilai, dan sistem kepercayaan masyarakat masa lalu. Namun, keterbatasan akses, penggunaan bahasa dan aksara daerah, serta perubahan pola konsumsi media menyebabkan generasi muda semakin jauh dari sastra klasik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses alih wahana naskah Kutika Ugi’ Sakke Rupa (KUSR), sebuah naskah Bugis yang berisi pedoman penentuan hari baik dan buruk, ke dalam bentuk komik digital sebagai strategi inovatif pelestarian sastra klasik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada tahapan transformasi teks, meliputi proses saduran, penyusunan dialog, pembuatan sketsa dan pewarnaan, serta perancangan panel komik. Data penelitian berupa teks KUSR dan produk komik hasil alih wahana yang dipublikasikan melalui platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alih wahana dilakukan melalui interpretasi ulang terhadap teks yang semula berbentuk tabel, diagram, dan perhitungan waktu menjadi narasi visual yang komunikatif. Adaptasi dilakukan dengan menambahkan tokoh, alur, latar, dan dialog yang tetap mempertahankan pengetahuan lokal Bugis sebagai substansi utama. Komik dikembangkan dalam tiga volume yang merepresentasikan kehidupan masyarakat pesisir, pegunungan, dan agraris. Penggunaan teknik ilustrasi manual, pewarnaan berlapis, serta tata panel yang dinamis berhasil menciptakan pengalaman membaca yang lebih menarik bagi generasi muda. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa alih wahana naskah kuna ke media komik digital dapat menjadi model pelestarian budaya yang efektif, memperluas akses publik terhadap manuskrip Nusantara, serta membuka peluang kolaborasi multidisipliner antara filologi, desain komunikasi visual, dan teknologi digital dalam upaya revitalisasi warisan budaya Indonesia.
Downloads
References
Damono, S. D. (2018). Alih wahana. Gramedia Pustaka Utama.
Davies, Sharyn Graham. (2015). Performing selves: The trope of authenticity and Robert Wilson's stage production of I La Galigo. Journal of Southeast Asian Studies, 46(3), pp 417–443.
Duncan, Randy, dan Matthew J. Smith. (2009). The power of comics: History, form, and culture. New York: Bloomsbury.
Fathurahman, O. (2017). Filologi indonesia, teori dan metode. Jakarta: Kencana.
Gunawan, Aditia. (2023). Sundanese religion in the 15th century, a philological study based on the śikṣā guru, the sasana mahaguru, and the siksa kandaṅ karǝsian. (Disertasi doktoral, École Pratique des Hautes Études, Paris).
Hadrawi. (2006). Assikalaibineng, teks hubungan suami-istri dalam naskah klasik bugis. (Tesis Magister, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Harini, Y. N. A. (2012). Transformasi novel dongeng nini anteh karya a.s. Kesuma. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 15(2), 183-198.
Hasenhütl, G. (2020). Manual drawing in transformation: A brief assessment of “design-by-drawing” and potentials of a body technique in times of digitalization. The Journal of Aesthetic Education, 54(2), 56–74. https://doi.org/10.5406/jaesteduc.54.2.0056.
Hidayat, M. W. (2020). Sĕrat wirid riwayat jati: Edisi teks dan telaah intertekstualitas. (Tesis Magister, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Ho, A. K. N., Burie, J.-C., & Ogier, J.-M. (2012). Panel and speech balloon extraction from comic books. 2012 10th IAPR International Workshop on Document Analysis Systems (DAS), Gold Coast, QLD, Australia, 424–428. https://doi.org/10.1109/DAS.2012.66.
Holil, M. (2003). Carita mundinglaya dikusumah, suntingan teks dan analisis motif cerita. (Tesis Magister, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Hutcheon, Linda. (2012). A theory of adaptation. Taylor & Francis Group.
Imani, Amali Harum & Darni. 2022. Transformasi Teks kidung wangbang wideya dalam fragmen topeng sekartaji (Kajian alih wahana). JOB (Jurnal Online Baradha) 18(2), 1-19.
Jomaa, H. S., Kamereddine, M., Nayal, A., Rizk, Y., & Awad, M. (2016). Affective relationship between color and text in Arabic comic books. 2016 12th International Conference on Signal-Image Technology & Internet-Based Systems (SITIS), Naples, Italy, 215–222. https://doi.org/10.1109/SITIS.2016.42.
Kosasih, A., Fahrullah, Tb. A., Rustiman, U., Luthfiyani , D. (2023). Contribution of Media Technologies to the Development of Studies in the Field Of Philology. International Journal of Multidisciplinary Research and Literature,2(1),111-118, https://doi.org/10.53067/ijomral.v2i1.95.
Kramadibrata, D. (2015). Hikayat khalifah abu bakar, umar, utsman, dan ali sampai peperangan hasan dan husain di karbala: edisi teks dan kajian latar belakang agama dan budaya. (Disertasi Doktoral, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Kurniawan, A. (2019). Uttaraśabda: Suntingan teks disertai telaah fungsi teks di skriptorium merapi-merbabu abad ke-17. (Disertasi Doktoral, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Limbong, F. P. (2017). Undang-undang ternate: Edisi teks dan wacana kekuasaan kolonial abad XIX. (Disertasi Doktoral, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Machajdik, J., & Hanbury, A. (2010). Affective image classification using features inspired by psychology and art theory. dalam Proceedings of the 18th ACM International Conference on Multimedia (MM '10) (pp. 83–92). Association for Computing Machinery. https://doi.org/10.1145/1873951.1873965.
Maulani, A. (2020). Wawacan layang siti hasanah: Edisi teks dan terjemahan disertai analisis resepsi. (Tesis Magister, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
McCloud, Scott. (1993). Understanding comics: The invisible art. New York: Harper Perennial.
Nixon, Elizabeth. (2010). It ain’t john shaft”: Marvel gets multicultural in the tomb of dracula, dalam aldama, Frederick Luis (ed). Multicultural Comics: from Zap to Blue Beetle (hlm. 149-156). USA: University of Texas Press.
Oittinen, R. (2001). On translating picture books. Perspectives, 9(2), 109–125.
Paeni, Mukhlis. (2003). Katalog induk naskah-naskah nusantara: Sulawesi selatan. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.
Pramono, & Yusuf, M. (2018). Dinamika alih media naskah Kaba: Fenomena pengembangan sastra tradisional Minangkabau. dalam Seminar Nasional Bahasa, Sastra Daerah, dan Pembelajarannya (SN-BSDP), Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah FPBS-Universitas PGRI Semarang.
Petersen, R. (2010). Comics, manga, and graphic novels: A history of graphic narratives. ABC-CLIO.
Pudjiastuti, Titik. (2022). Sumber tertulis indonesia tengah: Kalimantan timur dan kalimantan utara. Depok: Males Art Studio, Pusat Dokumentasi Seni Indonesia.
Pudjiastuti, Titik. (2020). Filologi dan kodikologi. dalam Hidayat, R. S. (ed). Ilmu Pengetahuan Budaya in Action. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Ramadhantia, D., & Yanda, D. P. (2018). Transformasi teks Kaba Sabai Nan Aluh menjadi komik Kaba Sabai Nan Aluih. Atavisme, 21(2), 194–208. https://doi.org/10.24257/atavisme.v21i2.484.194-208.
Riffaterre, M. (1978). Semiotics of Poetry. Bloomington & London: Indiana University.
Robson, S. O. (1994). Prinsip-prinsip filologi indonesia. Jakarta: RUL.
Robson, S. O. (1971). Wangbang wedeya. N. v. de Netherland Sche Boek-en Steendrukerij V.H.L. Smith s’Gravenhage.
Sidhartani, S., Muhammad, I. Q., Dendi, P. (2019). The art of adaptation: from folk literature to the age-appropriate visual media. Cultural Syndrome,ˆ(1), 53—60. https://doi.org/10.30998/cs.v1i1.22.
Soedarso, Nick. (2016). Komik: Karya sastra bergambar. Humaniora, 6(4). 496—506.
Suharjo, Rias A. R. (2018). Hikayat sultan taburat: Strategi berhikayat pada akhir abad ke-19. Disertasi Doktoral, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Sumaryono. (2003). Restorasi seni tari & transformasi budaya. Jogjakarta: éLKAPHI.
Teeuw, A. (2013). Sastra dan ilmu sastra: Pengantar teori sastra. Bandung: Pustaka Jaya.
Widiyastantia, E. M. (2017). Ekranisasi naskah kuno lontar cilinaya menjadi skenario drama televisi “Legenda tanjung menangis”. (Skripsi Penciptaan Seni, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta).
Widyaningrum, R. A. (2020). Kutika suku bugis di kalimantan timur: kajian filologi dan gagasan ekofenomenologi. (Tesis Magister, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Wijayanto, M. H. (2023). Aji saraswati merapi-merbabu: Suntingan, intertekstualitas, dan fungsi teks abad ke-16. (Tesis Magister, Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Depok, Indonesia).
Zanettin, F. (2018). Translating comics and graphic novels. The Routledge Handbook of Translation and Culture. Routledge.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmatia Ayu Widyaningrum (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






