Representasi Linguistik Raos Handarbeni dalam Cakepan Lancaran “Jogja Istimewa” Karya Ki Sukisno, M.Sn.

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/deiksis.v18i2.5074

Keywords:

raos handarbeni, etnolinguistik, lancaran, nilai budaya jawa, identitas DIY

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi raos handarbeni dalam cakepan lancaran Jogja Istimewa Laras Pelog Pathet Nem karya Ki Sukisno, M.Sn. yang diciptakan pada 5 Agustus 2022. Lancaran ini telah menjadi medium budaya resmi dalam berbagai momentum keistimewaan DIY, mulai dari penabuhan gamelan serentak pada peringatan Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY tahun 2022, Lomba Kreativitas Garap Gending Keistimewaan Piala Gubernur DIY tahun 2024, hingga ditetapkan sebagai karya wajib yang ditabuh seluruh sekolah di DIY dalam peringatan Hari Jadi DIY ke-271 tahun 2026. Dengan pendekatan etnolinguistik, penelitian ini mengkaji bagaimana unit-unit kebahasaan dalam cakepan membangun rasa memiliki warga terhadap Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa naskah Koor Gendhing lancaran Jogja Istimewa yang ditranskripsi secara resmi oleh Supiyadi pada 17 Agustus 2022. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa raos handarbeni termanifestasi pada tiga tataran lingual: leksikal (misalnya darbe, jogjaku, sanubariku), frasa (misalnya jero tancepe, anut tuk sumbere), dan ungkapan metaforis (misalnya hanjayeng Bawana, lestari jogjaku). Temuan ini menegaskan bahwa cakepan lancaran berfungsi bukan sekadar teks estetis, melainkan sebagai media transmisi nilai budaya Jawa dan penguatan identitas kolektif masyarakat DIY.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amandha, N., Suanto, S., & Nurdiyana, N. (2023). Fungsi Sosial Pagelaran Seni Reog Ponorogo untuk Mempererat Kerukunan Masyarakat. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 8(2), 204–213. https://doi.org/10.21067/jmk.v8i2.8895

Bahruddin, B., Irwiadi, I., Basuki, I. A., & Martutik, M. (2024). Leksikon Alam dalam Lagu Daerah Tanduk Majheng sebagai Pembentukan Identitas Budaya Masyarakat Madura: Analisis Ekolinguistik. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 170–183. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17196

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge University Press.

Endraswara, S. (2010). Etika Hidup Orang Jawa: Pedoman Beretika dalam Menjalani Kehidupan Sehari-Hari. Narasi.

Hilman, I., Nursyifa, A., & Anisah, A. S. (2025). Membangun Karakter Menghargai Budaya Lokal Melalui Lagu Daerah Sunda pada Pelaksanaan Upacara di Sekolah Dasar. Naturalistic: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 9(2), 574–584. https://doi.org/10.35568/naturalistic.v9i2.5017

Lita, P. N., Amalia, I., Muamar, W., FS, U., & Antika, T. L. (2024). Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Lagu Daerah. Era Literasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 1–10.

Macaryus, S., & Wicaksono, Y. P. (2019). Lagu “Jogja Istimewa”: Representasi Identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Widyaparwa, 47(2), 193–206. https://doi.org/10.26499/wdprw.v47i2.368

Manshur, A., & Anas, A. A. (2026). Representasi Nilai-Nilai Budaya dalam Wacana Pernikahan Adat Jawa: Kajian Etnolinguistik pada Upacara Temu Manten. Jurnal Peneroka, 6(1), 58–83. https://doi.org/10.30739/peneroka.v6i1.4507

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Pandor, P., Ton, S. S. P., Yuniarto, P., & Heribertus. (2025). Javanese Gamelan as Sacred Manifestation: Exploring Its Role in Catholic Liturgical Inculturation and Spiritual Dialogue. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama Dan Sosial Budaya, 10(1), 97–108. https://doi.org/10.15575/jw.v10i1.44788

Prasetyani, Y., Indreswari, H., & Rahman, D. H. (2023). Integration of Javanese Rumangsa Handarbeni Pitutur Luhur Values in Biblioeducation to Develop Empathy of Education Students. Jurnal Paedagogy, 10(4), 936–943. https://doi.org/10.33394/jp.v10i4.8502

Ramadhani, M., Handoyo, B. H. C., & Kadir, S. A. (2024). Implementasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Konteks Kearifan Lokal. COMSERVA: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(9). https://doi.org/10.59141/comserva.v3i09.1125

Risqiyah, L. I., Rofiq, A., & Manshur, A. (2025). Bahasa dan Identitas Budaya: Studi Etnolinguistik pada Komunitas Osing di Daerah Macan Putih, Banyuwangi. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(2), 2161–2173. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5631

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukisno. (2022). Lancaran Jogja Istimewa Laras Pelog Pathet Nem (Naskah Karawitan).

Susanti, V. E., & Suhatmini, T. (2025). Proses Kreatif Komposisi Karawitan “Gesang” sebagai Wujud Representasi Sosial. PROMUSIKA, 13(1), 41–58. https://doi.org/10.24821/promusika.v13i1.14985

Triwahyuningsih, T., Zuliyah, S., Abdi, N. S., & Arif, D. B. (2023). Penguatan Kearifan Lokal Daerah Istimewa Yogyakarta: Kajian Perdais DIY No. 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan. Jurnal Civic Hukum, 8(1). https://doi.org/10.22219/jch.v8i1.24800

Whorf, B. L. (1956). Language, Thought, and Reality: Selected Writings of Benjamin Lee Whorf. MIT Press. https://doi.org/9780262230032

Y, P. K. D. I. (2022). Gelegar Gamelan Jogja Istimewa sebagai Puncak Satu Dasawarsa UUK. Paniradya Kaistimewan DIY.

Yogyakarta, F. S. P. I. S. I. (2024). Lomba Kreativitas Garap Gending Keistimewaan Piala Gubernur DIY Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2024. ISI Yogyakarta.

Downloads

Published

2026-08-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Utami, Y., Endraswara, S., & Hartanto, D. D. (2026). Representasi Linguistik Raos Handarbeni dalam Cakepan Lancaran “Jogja Istimewa” Karya Ki Sukisno, M.Sn. Deiksis, 18(2), 144-154. https://doi.org/10.30998/deiksis.v18i2.5074