Relasi Kuasa dalam Film Pendek Kembali Pulang Pada Kanal Youtube Wearing Klamby
DOI:
https://doi.org/10.30998/ejshvk73Keywords:
Analisis Wacana Kritis, relasi kuasa, film Kembali PulangAbstract
Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana membentuk relasi kuasa dalam kehidupan sosial, termasuk dalam keluarga. Film pendek Kembali Pulang pada kanal YouTube Wearing Klamby merepresentasikan dinamika hubungan ibu dan anak di tengah benturan nilai tradisional dan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk formal bahasa dan relasi kuasa antara ibu dan anak dalam film pendek Kembali Pulang, serta menganalisis praktik wacana dan praktik sosial yang terkandung di dalamnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough yang meliputi tiga dimensi analisis, yakni teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Data berupa tuturan-tuturan dalam film yang merepresentasikan dinamika relasi kekuasaan dikumpulkan melalui metode simak dan catat, kemudian dianalisis dengan tahapan deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam film Kembali Pulang berfungsi sebagai instrumen ideologis yang membangun sekaligus menegosiasikan relasi kuasa antara ibu dan anak. Pilihan kosakata, struktur kalimat, dan modalitas menunjukkan pergeseran dari dominasi menuju dialog dan rekonsiliasi. Dari sisi praktik wacana, film ini memperlihatkan bagaimana proses produksi, distribusi, dan konsumsi wacana media turut membentuk makna sosial, kultural, dan emosional di masyarakat melalui kanal YouTube Wearing Klamby. Adapun pada level praktik sosial, film ini merefleksikan ideologi keluarga Indonesia yang menyeimbangkan nilai tradisional dan modernitas, spiritualitas dan produktivitas, serta kasih dan otoritas. Dengan demikian, Kembali Pulang tidak hanya berfungsi sebagai teks hiburan, tetapi juga sebagai media ideologis yang memperkuat nilai kemanusiaan dan moralitas dalam konteks budaya Indonesia.
Downloads
References
Blommaert, J., & Bulcaen, C. (2000). Critical Discourese Analysis. Annual Review of Anthropology.
Budiman, S., & Wijaya, T. (2016). Communication Pattern of Indonesian Parents-Children and Its Role in Buying Decision. Global Business & Finance Review (GBFR), 21(1), 102–108.
Chiang, S.-Y. (2015). Power and Discourse. In The International Encyclopedia ofLanguage and Social Interaction. https://doi.org/10.1002/9781118611463.wbielsi149
Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change.
Fairclough, N. (2012). Critical Discourse Analysis. International Advances in Engineering and Technology (IAET), 7(July), 452–487.
Foucault, M. (2007). Power/Knowledge. In Intercultural Communication Studies (Vol. 16, Issue 5). Harvester.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Rosdakarya.
Munfarida, E. (2014). Analisis Wacana Kritis Dalam Perspektif Norman Fairclough. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 8(1), 1–19. https://doi.org/10.24090/komunika.v8i1.746
Nasution, S. Y. (2024). Relasi Kuasa dalam Novel Rindu Kubawa Pulang Karya S. Baya Analisis Wacana Kritis Michel Foucault. Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(1), 196–216. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan
Ni’am, M. A., & Arsanti, M. (2024). Analisis Wacana Kritis Pada Sebuah Berita Dalam Perspektif Norman Fairclough. Jurnal Ilmu Pengetahuan Naratif, 05(3), 115–124. https://ijurnal.com/1/index.php/jipn/article/view/50
Nojeng, A., Haliq, A., Ismail, A., Bahly Basri, M., & Fitriansal. (2024). Hegemoni Kekuasaan dalam Naskah Sinrilik I Maddi DaengRimakka: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Nuances of Indonesian Languages, 5(1), 78. https://doi.org/10.51817/nila.v5i1.876
Rumaf, N., Dadang S. Anshori, Vismaia S. Damaianti, Andoyo Sastromiharjo, & Siti Fatihaturrahmah Al Jumroh. (2025). Representasi Kekuasaan dalam Teks Pidato Presiden Prabowo Subianto: Tinjauan AWK Norman Fairclough. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(2), 2111–2124. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5790
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Duta Wacana University Press.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. CV. ALFABETA.
Utami, E. A. (2025). Praktik Wacana Dalam Film Sang Kiai Menunjukkan Relasi Kekuasaan, Ideologi, dan Nilai Sosial-Budaya, Ditinjau Melalui Pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. JIMU: Jurnal Ilmiah Multi Disiplin, 03(04), 522–531. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan
Van Dijk, T. A. (2017). Socio-cognitive Discourse Studies. In The Routledge handbook of critical discourse studies (pp. 26–43). Routledge.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khanifa Kinanthi Aulina, Hari Bakti Mardikantoro, Agus Nuryatin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






