Implementasi Prinsip Kesantunan Leech pada Tindak Tutur di Film Dear Nathan: Hello Salma
DOI:
https://doi.org/10.30998/fn40fm78Keywords:
Pragmatik, Maksim, Film, Teori Geoffrey LeechAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip maksim kesantunan yang dikemukakan oleh Geoffrey Leech pada dialog-dialog dalam film Dear Nathan: Hello Salma. Film remaja ini dipilih sebagai objek penelitian karena beberapa kali menampilkan dinamika hubungan antar remaja yang kompleks, di mana komunikasi memainkan peran sentral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian berupa dialog-dialog yang relevan dengan konsep maksim yang diterapkan pada teori Leech diambil dari transkrip film Dear Nathan: Hello Salma. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui menonton berulang kali dan mencatat dialog-dialog yang mengandung unsur-unsur yang berhubungan dengan kelima maksim yang dikemukakan oleh Geoffrey Leech. Setelah data terkumpul, dilakukan analisis secara mendalam untuk mengidentifikasi jenis maksim yang digunakan, frekuensi penggunaannya, serta konteks penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Dear Nathan: Hello Salma terdapat 11 maksim yang terdiri: Maksim Pemufakatan (Agrement Maksim) sebanyak 2 kali, Maksim Penghargaan terdapat 1, Maxim of Tact (Kebijaksanaan) Sebanyak 2 kali, Maksim Kesederhanaan (Maxim of Modesty) sebanyak 3 kali, dan Maksim Kesimpatian (Maxim of Symphaty) sebanyak 3 kali. Temuan penelitian ini memperkuat teori prinsip kesantunan Leech yang menyatakan bahwa interaksi bahasa tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga hubungan sosial antarpenutur. Keberagaman maksim yang muncul dalam dialog film Dear Nathan: Hello Salma menunjukkan bahwa prinsip kesantunan bersifat kontekstual dan dinamis, bergantung pada relasi sosial, situasi komunikasi, serta tujuan tutur. Dominasi maksim Kesederhanaan dan Kesimpatian menegaskan bahwa ekspresi kerendahan hati dan empati merupakan strategi penting dalam membangun komunikasi yang harmonis
Downloads
References
Adolph, R. (2016). 済無No Title No Title No Title. 1(2), 1–23.
Adriani, A., Muhamad, D., & Yusrina, Y. (2024). Kesantunan Berbahasa pada Pesan Singkat Grup Whatsapp Mahasiswa PBSI Unkhair sebagai Media Komunikasi Daring: Teori Kesantunan Leech (Pendekatan Pragmatik). Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(3), 2956–2963. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.4002
Devi, S., Hetilaniar, & Masnunah. (2023). Prinsip Kesantunan Pada Percakapn Film Ustad Milenial. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 8(1), 317–325. https://doi.org/10.31943/bi.v8i1.296
Efendi, E., Akbar, R. A., Sahlaya, M. R., & Tadjuddin, A. (2023). Komunikasi Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa. Da’watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 21–28. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i1.3232
Hidayanti, F. (2022). Pelanggaran Prinsip Kesantunan Dalam Film Lara Ati Serta Implikasinya Terhadap Penonton. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1.
Isnaini, H. (2022). Komunikasi Tokoh Pingkan dalam Merepresentasikan Konsep “Modern Meisje” Pada Novel Hujan Bulan Juni. MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 164–172. https://doi.org/10.54259/mukasi.v1i2.867
Jurnal, K. (2024). Jurnal K Stenly. https://doi.org/10.23917/jkk.v3i4.329
Kurniawan, J. K. (2020). Tindak Tutur Representatif dalam Film Pendek Bocah Ngapa(k) Ya Karya Yan Rendra Pratiwi. Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Perguruan Republik Indonesia, 1–11.
Labaki, K. N., Jordano, M. Q., Thoriqussuud, M., & Sunan, U. I. N. (2024). Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Dalam Tuturan Film Capernaum. 47–57.
Laila Faza Naimah, Devia Reski Novella, Ainun Rahma Dani, Dea Sheva Dwi Anggraeni, Intan Mutiara Safira, Asep Purwo Yudi Utomo, & Iwan Hardi Saputro. (2024). Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Kumpulan Video Debat Bahasa Indonesia pada Kanal Youtube X OTKP 2. Semantik : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 2(1), 210–235. https://doi.org/10.61132/semantik.v2i1.303
Nurfiana, R., & Pretty Aprilia, M. (2023). Isu Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.33366/jkn.v5i1.176
Pokhrel, S. (2024). No TitleΕΛΕΝΗ. Αγαη, 15(1), 37–48.
Rindiani, E. N., & Auzar, A. (2022). Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Sosial di SMPN 5 Ukui Kabupaten Pelalawan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6, 14173–14181. https://garuda.kemdikbud.go.id/documents/detail/2843030
Safira, S. D., & Yuhdi, A. (2022). Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Film Ali dan Ratu-Ratu Queens Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. JBSI: Jurnal Bahasa Dan Sastra Indonesia, 2(01), 35–51. https://doi.org/10.47709/jbsi.v2i01.1499
Sitanggang, B., Chairani, N. A., Siagian, N. O., Daniela, A., Sipangpang, R., Astuti, C. I., Siahaan, P. D., Betsya, D., Fajriana, R. R., & Puteri, A. (2024). Analisis Prinsip Kesantunan Berbahasa dalam Film Cek Toko Sebelah 2 Karya Ernest Prakasa. 8(2021), 42450–42456.
Tadulako, U. (2023). Penyimpangan prinsip kesantunan netizen dalam berbahasa pada aplikasi tiktok skripsi.
Yulianah Prihatin, A. R. (2020). Prinsip Maksim Kedermawanan dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis. Jurnal DISASTRI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 1.
Zulkarnain, M. F., Hilalludin, H., & Haironi, A. (2024). Prinsip Kesantunan Berbahasa Dalam Komunikasi Siswa di Sekolah. Dinamika Pembelajaran : Jurnal Pendidikan Dan Bahasa, 1(3), 117–125. https://journal.lpkd.or.id/index.php/Dilan/article/view/457
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lisa' Saniyyah, Silvia Aisifa Fadila, Nazwa Sofidatus Salfa, Abdul Aziz Khoiri (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






