Analisis Nilai Sosial dan Religius dalam Cerita Rakyat Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari dan Syekh Maulana Mansyurudin
DOI:
https://doi.org/10.30998/diskursus.v9i1.170Keywords:
Nilai Sosial, Nilai Religius, Cerita Rakyat, Pangeran Pandeglang, Putri Cadasari, Syekh Maulana MansyuruddinAbstract
Analisis Nilai Sosial dan Religius dalam Cerita Rakyat “Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari” dan “Syekh Maulana Mansyuruddin” serta Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman mendaam tentang nilai sosia dan religius daam cerita rakyat Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari dan Syekh Mauana Mansyuruddin. Metode yang digunakan untuk menganaisis cerita rakyat ini adaah metode deskriptif kuaitatif. Hasil dari penelitian data nilai sosia yang ditemukan daam cerita rakyat Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari yaitu, nilai kasih sayang 10 (45,45%) , tanggung jawab 5 kutipan (22,73%), dan keserasian hidup 7 kutipan (31,82%). Nilai sosia daam cerita rakyat Syekh Mauana Mansyuruddin yakni, nilai kasih sayang 7 kutipan (35%), tanggung jawab 7 kutipan (35%), dan nilai keserasian hidup 6 kutipan (30%). nilai religius daam cerita rakyat Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari yaitu, keyakinan 8 kutipan (31%), peribadatan 2 kutipan (8%), penghayatan 5 kutipan (19%), pengetahuan agama 4 kutipan (15%) dan pengamaan 7 kutipan (27%). Nilai religius dalam cerita rakyat Syekh Maulana Mansyuruddin yakni, keyakinan 9 kutipan (26%), peribadatan 6 kutipan (18%), penghayatan 7 kutipan (20%), pengetahuan agama 5 kutipan (15%), dan pengamalan 7 kutipan (21%). Cerita rakyat Pangeran Pandeglang dan Putri Cadasari dan Cerita Rakyat Syekh Maulana Mansyuruddin di atas layak untuk dijadikan bahan ajar karena mengandung banyak nilai sosial dan religius, sehingga bisa diterapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP.
Downloads
References
Alifah, D. R., Doyin, M., & Sumartini. (2018). Sikap masyarakat Dusun Blorong terhadap mitos dalam cerita rakyat asal mula Dusun Blorong Desa Kaligading Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Jurnal Sastra Indonesia, 7(1), 55–61.
Alwi, S. (2014). Perkembangan Religiusitas Remaja. Kaukaba Dipantara, 4.
Creswell. J.W (2014) Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches. California, Sage Publications Second Edition
Danandjaja, J. (1994). Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongen dan Lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.
Dewi, E. R., & Simanjuntak, E. E. (2023). Analisis Kajian Struktural Dan Nilai Kearifan Lokal Dalam Hikayat “ Si Baroar ” Etnis Mandailing. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 4(1), 409–421.
Faozi, A., & Himmawan, D. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Spiritual Menurut Syekh Zainal Abidin Abdul Karim Al Husaini dalam Kitab Al Barzanji. Journal Islamic Pedagogia, 3(1), 90–97
Hidayana, I. S., & Swaradesy, R. G. (2021). Pemaknaan Permainan Rakyat Pada Ritual Kematian Rambu Solo’Di Kampung Adat Ke’Te’Kesu’Kabupaten Toraja Utara Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Panggung, 31(2), 93-109.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/
Koentjaraningrat. (2002). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Malinowski, B. (1944). A Scientific Theory of Culture. The University of North Carolina Press.
Muzaqi, A., Priyanto, P., & Wibowo, I. S. (2023). Nilai-nilai sosial pada cerita rakyat asal mula Jambi Tulo dan Jambi Kecik. DIKBASTRA: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 6(1).
Umam, M. A. (2021). Internalisasi Nilai-Nilai Spiritual dalam Materi Pendidikan Agama Islam di SMA Darul Ulum 1 Jombang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mulyati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.















