Eksplorasi Biodiversitas Insekta sebagai Indikator Ekosistem Hutan Kota Urban di Munjul, Jakarta Timur
DOI:
https://doi.org/10.30998/edubiologia.v5i2.19Keywords:
Biodiversitas, Insekta, Ekosistem, Hutan KotaAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui data peran penting insekta sebagai bioindikator ekosistem di Hutan Kota Urban Munjul Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan pada komunitas insekta di Kawasan Hutan Kota Munjul Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi dan fotografi, kemudian dilakukan analisis data mengenai indeks Shannon-Wiener, Pielou, Margalef, dan Simpson untuk menggambarkan keanekaragaman, kemerataan, kekayaan, dan dominansi spesies keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, kekayaan jenis, dan dominansi spesies. Hasil penelitian ini ditemukan 23 spesies insekta dari 6 ordo. Jenis-jenis insekta pada area Hutan Kota Munjul Jakarta Timur adalah sebagai berikut: Sebanyak 23 spesies insekta dari 6 ordo berhasil diidentifikasi, termasuk ordo Diptera, Hymenoptera, Lepidoptera, Orthoptera, Odonata, dan Hemiptera. Untuk indeks keanekaragaman spesies dalam kriteria sedang dengan nilai indeks 2.96, indeks kemerataan spesies dalam kriteria stabil dengan nilai indeks 0.94, indeks kekayaan spesies dalam kriteria rendah dengan nilai indeks 3.30, dan indeks dominasi spesies dalam kriteria sedang dengan nilai indeks 0.06.
Downloads
References
Kusumastuti, A., Khoiron, A. M., & Achmadi, T. A. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Deepublish.
Animal Diversity Web. https://animaldiversity.org/. Diakses Senin, 1 Juli 2024.
Sudaryana, B., & Agusiady, H. R. R. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Deepublish.
Purwantiningsih, B. (2014). Serangga Polinator. Malang: Universitas Brawijaya Press.
Dewi, B., Hamidah, A., & Siburian, J. (2016). Keanekaragaman dan kelimpahan jenis kupu-kupu (Lepidoptera; Rhopalocera) di sekitar Kampus Pinang Masak Universitas Jambi Diversity. Jurnal Biospecies, 9(2), 32–38.
Forister, M. L., Pelton, E. M., & Black, S. H. (2019). Declines in insect abundance and diversity: We know enough to act now. Conservation Science and Practice, 1(8), 1–8. https://doi.org/10.1111/csp2.80
Gámez-Virués, S., Perović, D. J., Gossner, M. M., Börschig, C., Blüthgen, N., De Jong, H., Simons, N. K., Klein, A. M., Krauss, J., Maier, G., Scherber, C., Steckel, J., Rothenwöhrer, C., Steffan-Dewenter, I., Weiner, C. N., Weisser, W., Werner, M., Tscharntke, T., & Westphal, C. (2015). Landscape simplification filters species traits and drives biotic homogenization. Nature Communications, 6. https://doi.org/10.1038/ncomms9568
GBIF (Global Biodiversity Information Facility). https://www.gbif.org/ . Diakses Jumat, 9 Juli 2024.
Hadi, M., Tarwotjo, U., & Rahadian, R. (2009). Biologi Insekta Entomologi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Imansari, N., & Khadiyanta, P. (2015). Penyediaan hutan kota dan taman kota sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik menurut preferensi masyarakat di Kawasan Pusat Kota Tangerang Provision. Ejournal UNDIP, 1(3), 101–110.
Simbolon, K. A., Abas., & Rahman, A. (2020). Identifikasi Serangga. Bengkulu: Universitas Bengkulu.
Hadi, K., & Dazrullisa. (2018). Keanekaragaman Hayati (Biodiversity). Aceh: Natural Aceh.
Kusumoarto, A. (2019). Perencanaan perluasan hutan Kota Munjul, Provinsi DKI Jakarta. Faktor Exacta, 12(2), 74. https://doi.org/10.30998/faktorexacta.v12i2.3777
Linardi, A., & Sutanto, A. (2022). Hive City: konservasi dan wisata pada kawasan Kecamatan Cileungsi Bogor. Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur, 3(2), 1499. https://doi.org/10.24912/stupa.v3i2.12351
Maulana, R., Riska, A. S., & Kusuma, H. E. (2021). Fungsi hutan kota: korespondensi motivasi berkunjung dan kegiatan. Jurnal Lanskap Indonesia, 13(2), 54–60. https://doi.org/10.29244/jli.v13i2.34925
Asril, M., Simarmata, M. T., Sari, S. P., Indarwati., Arsi R. B. S., & Junairiah, A. (2022). Keanekaragaman Hayati. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Sufarman, M. F. (2021). Keanekaragaman Jenis Serangga Predator di Hutan Bina Bangsa Kota Bekasi. Skripsi. Universitas Indraprasta PGRI.
Dwi. O., Rachmasari, et al. (2016). Keanekaragaman serangga permukaan tanah di arboretum sumber Brantas Batu-Malang sebagai dasar pembuatan sumber belajar flipchart. 2(4), 188–197.
Awan. A. (2018). Entomologi. Yogyakarta: Pensil Komunika.
Samways, M. J. (2015). Future-proofing insect diversity. Current Opinion in Insect Science, 12, 71–78. https://doi.org/10.1016/j.cois.2015.09.008
Herlinda, S., Pujiastuti, Y., Irsan, C., Arsi, R., Anggraini, E., Karenina, T., Budiarti, L., Rizkie, L., & Octavia, D. M. (2021). Entomologi. Palembang: Universitas Sriwijaya.
Lumowa, S. V. K., & Purwati, S. (2021). Entomologi. Malang: Media Nusa Creative.
Swandi, H., Hadriyati, A., & Sanuddin, M. (2020). Ekologia. Jurnal Ilmiah Ilmu Dasar dan Lingkungan Hidup, 20(1), 40–44.
Rosid, S. (2018). Indonesia Sang Megabioversity Country. Surabaya: Kun Fayakun Corp.
Taradipha, M. R. R., Rushayati, S. B., & Haneda, N. F. (2018). Karakteristik lingkungan terhadap komunitas serangga. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 9(2), 394–404. http://dx.http//journal.ipb.ac.id/index.php/jpsl
Triyanti, M., & Arisandy, D. A. (2019). Keanekaragaman jenis kupu-kupu famili Nymphalidae di Kawasan Bukit Cogong. Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 2(2), 133–142. https://doi.org/10.31539/bioedusains.v2i2.953
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Giry Marhento, Aisha Nadira Salma, Efri Gresinta, Mashudi Alamsyah, Andriyanto Andriyanto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






