Community Design Workshop sebagai Penguatan Wisata Walking Tour Kampung Sejarah Peneleh

Authors

  • Setyo Nugroho Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author
  • Bambang Soemardiono Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author
  • Fardilla Rizqiyah Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author
  • Angger Sukma Mahendra Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author
  • Rabbani Kharismawan Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author
  • Utari Sulistyandari Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author
  • Shafira Zulfa Audina Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author
  • Izzah Desta Bastian Ramadhani Sepuluh Nopember Institute of Technology image/svg+xml Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/jz119228

Keywords:

walking tour, kampung Peneleh, community design workshop, pokdarwis

Abstract

Kelompok sadar wisata Peneleh Heritage Surabaya dibentuk pada tahun 2023. Wisata utama yang ditawarkan adalah walking tour menyusuri kampung kuno Peneleh. Sejauh ini terdapat satu rute walking tour yang menjadi andalan. Padahal, salah satu kunci penting dalam pariwisata berkelanjutan adalah adanya niat untuk berkunjung kembali ke sebuah destinasi wisata. Pengunjung akan kembali ke destinasi wisata jika terdapat banyak variasi atau pilihan objek amatan atau pengalaman yang berbeda. Hal ini menjadi motivasi utama dalam mengadakan kegiatan community design workshop bersama kelompok sadar wisata Peneleh Heritage Surabaya. Community design workshop merupakan diskusi interaktif untuk mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan gagasan baru pengembangan rute wisata kampung Peneleh. Workshop dilakukan di balai RW 3 dan dihadiri total 25 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok. Hasil dari kegiatan community design workshop ini adalah dua proposal rute wisata baru kampung Peneleh: rute Hari Pahlawan dan gowes sejarah. Kedua rute ini menawarkan pengalaman yang baru seperti menyusuri sisi selatan kampung Peneleh, juga menggabungkan pengalaman bersepeda dan berjalan kaki. Gagasan ini diharapkan dapat menguatkan keberlanjutan wisata yang ada di Kampung Peneleh.

 

     

Downloads

Download data is not yet available.

References

Auliyah, D., Legowo, M. (2021). Tren Bersepeda sebagai Kebiasaan Baru Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kota Surabaya. Dinamika Sosial Budaya, 23 (2), pp. 315– 323

Harrington, C., Erete, S., & Piper, A. (2019). Deconstructing Community-Based Collaborative Design. Proceedings of the ACM on Human-Computer Interaction, 3, 1 - 25. https://doi.org/10.1145/3359318.

Izzati, A. N., Sayekti, P. (2025). Revitalisasi Budaya Wisata Air Sumber Jiput Kediri: Perancangan Zine Interaktif Berbasis Ilustrasi Digital. Askara Jurnal Seni dan Desain, 4(1), pp. 292-307. DOI: https://doi.org/10.20895/askara.v4i1.1875

Klaniczay, J. (2024). The Urban Walking Tour as an Experience-based Methodology for Built Environment Education in Budapest. Periodica Polytechnica Architecture, 55(1), pp. 60–71, 2024. https://doi.org/10.3311/PPar.23235

Mahendra, A. S., Rahman, L. M. I. A., Kharismawan, R., Nugroho, S., Rizqiyah, F. (2024). Human-Centered Design: an Implementation of Methods In Designing Kendari Fish Market As An Urban Design Object. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 1351. DOI: 10.1088/1755-1315/1351/1/012009

Mavini, C. (2020). Redefining City Experiences and Thematic City Walks: The Case of “Thessaloniki Walking Tours”. In: Kavoura, A., Kefallonitis, E., Theodoridis, P. (eds) Strategic Innovative Marketing and Tourism. Springer Proceedings in Business and Economics. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-030- 36126-6_25

Nugroho, S., Audina, S. Z., Sulistyandari, U. (2025). Langkah Kecil-Dampak Besar: Walking Tour sebagai Kunci Pariwisata Berkelanjutan di Kampung Peneleh Surabaya. ATRIUM - Jurnal Arsitektur 11(1):127-140. DOI:10.21460/atrium.v11i1.396

Nugroho, S., Rizqiyah, F., Sulistyandari, U., Soemardiono, B., Kharismawan, R., Mahendra, A. S., Ramadhani, I. D. B., Audina, S. Z. (2025). Peningkatan Kualitas Walking Tour Kampung Sejarah Peneleh sebagai bagian Pariwisata Berkelanjutan. SEWAGATI, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1-4

Pemerintah Kota Surabaya. (1998). Surat Keputusan Walikota Surabaya No.188.45/004/402.1.04/1998 tentang Penetapan Benda Cagar Budaya di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya.

Prasanna, M., Priyanka, A. L. (2024). Marketing to Gen Z: Understanding the Preferences and Behaviors of Next Generation. International Journal for Multidisciplinary Research, 6(4)

Prasetyono, H., Nurfarkhana, A., Farabi, M. N. E., Ramadayana, I. P., Fatimah, F. (2025). Lokakarya Perencanaan Pembelajaran Bagi Guru Sekolah Menengah Atas Kabupaten Bogor. Jurnal PKM: Pengabdian kepada Masyarakat, 8 (2), pp. 321-333.

Safiuddin, S., Atikah, D. (2020). KOSTI Surabaya as a counterculture against the foreign culture in the era of generation 4.0. Simulacra, 3(1), 15–26. https://doi.org/10.21107/sml.v3i1.7075

Wang, D., Shen, C-C., Liu, H-L. (2023). Exploring the Impact of Group Tourists’ Citizenship Behavior on Engagement: The Intimacy as a Mediating Variable. Sustainability, 15, 13391. https://doi.org/ 10.3390/su151813391

Widya, K. S., Santoso, E. B. (2024). Strategi Pengembangan Community Based Tourism Berdasarkan Peran Stakeholder Masyarakat (Studi Kasus: Kawasan Wisata Peneleh Kota Surabaya). Jurnal Penataan Ruang, 19 (1). DOI: http://dx.doi.org/10.12962/j2716179X.v19i0.20846

Wunderlich, F. M. (2008). Walking and Rhythmicity: Sensing Urban Space. Journal of Urban Design, 13, 125 - 139.

Published

2026-05-29

How to Cite

Community Design Workshop sebagai Penguatan Wisata Walking Tour Kampung Sejarah Peneleh. (2026). Jurnal PkM Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2). https://doi.org/10.30998/jz119228