Penyuluhan Peningkatan Nilai Tambah Produk UKM di UMKM RW 7 Sunter Agung, Priuk, Jakarta Utara
DOI:
https://doi.org/10.30998/w0n1pv15Keywords:
UMKM, nilai tambah produk, siklus hidup produk, perbaikan berkelanjutan, penyuluhanAbstract
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di RW 7 Sunter Agung, Priuk, Jakarta Utara masih menghadapi permasalahan rendahnya pemahaman mengenai penciptaan nilai tambah produk, tahapan siklus hidup produk, serta penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan dalam kegiatan usaha. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya kemampuan pelaku UMKM dalam mengembangkan produk yang bernilai dan berdaya saing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelaku UMKM terkait konsep nilai tambah produk, siklus hidup produk, dan continuous improvement. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta dan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami konsep-konsep tersebut secara memadai. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan studi kasus yang disesuaikan dengan karakteristik usaha peserta. Hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana lebih dari 90% peserta mampu menjelaskan konsep nilai tambah produk, siklus hidup produk, serta mengidentifikasi penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan pada usaha masing-masing. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pendampingan yang terstruktur efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan analisis, serta kapasitas pelaku UMKM dalam mengembangkan produk yang lebih bernilai dan kompetitif.
Downloads
References
Aponno, C., & Siahaya, S. L. (2023). Peningkatan nilai tambah produk UMKM Carang Mas melalui pendampingan dan pelatihan. Mejuajua: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.52622/mejuajuajabdimas.v2i1.53
Deming, W. E. (1980). Out of the Crisis. MIT Press.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu, teori, dan filsafat komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hayami, Y., & Ruttan, V. W. (1980). Agricultural Development: An International Perspective. Johns Hopkins University Press.
Imai, M. (1986). Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success. McGraw-Hill.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Levitt, T. (1965). Exploit the product life cycle. Harvard Business Review, 43(6), 81–94.
Mardikanto, T. (2009). Sistem penyuluhan pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Nurdiana, N. (2023). Pemberdayaan UMKM dan peningkatan value added produk tempe melalui inovasi olahan tempe. Wicara: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.29303/wicara.v1i1.2384
Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. Free Press.
Ramadhani, R. (2024). Optimalisasi kemampuan UMKM melalui strategi peningkatan value produk di Rontu, Kota Bima. JPKMI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia, 2(3). https://doi.org/10.55606/jpkmi.v2i3.616
Shannon, C. E., & Weaver, W. (1949). The mathematical theory of communication. Urbana: University of Illinois Press.
Sukmana, R. (2024). Analisis nilai tambah dan karakteristik pemasaran bakso goreng ikan pada pelaku usaha JurBas Kota Cimahi. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan, 8(2). https://doi.org/10.30587/jpp.v8i2.9825
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agung Suprayitno, Suparyadi, Dani Siswardhani Wahjono, Laili Fithriyah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






