Pelatihan Kokedama: Inovasi Berkebun Ramah Lingkungan untuk Menciptakan Keindahan dan Manfaat dari Limbah Organik di Desa Sumbersalak, Kabupaten Jember

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/qmw2z319

Keywords:

limbah organik, Kokedama, tanaman hias, pemberdayaan masyarakat

Abstract

Kondisi topografi dan kesuburan tanah di Kabupaten Jember menjadikan masyarakat masih menggantungkan mata pencaharian mereka pada pertanian, baik itu tanaman pangan maupun hortikultura. Keuntungan tersebut memberikan banyak dampak negatif maupun positif. Dampak yang paling dirasakan adalah potensi limbah organik yang begitu besar, sehingga praktik dalam pengolahannya perlu untuk dilakukan. Pelatihan kokedama adalah salah satu cara yang sangat efektif dalam pengolahan limbah organik layaknya sabut kelapa. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan pengelolaan limbah organik di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, yang memiliki potensi pertanian yang kaya namun menghadapi tantangan dalam pengelolaan limbah, terutama sabut kelapa yang sering dianggap sebagai sampah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi dan pelatihan langsung dengan melibatkan ibu rumah tangga, kelompok tani, dan pemuda desa. Melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan keluarga, dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari survey kepuasan menunjukkan bahwa 84,2% merasa puas setalah adanya pelatihan ini. Data dari pengabdian ini menunjukkkan 97,8% orang yang hadir memberikan respon positif dengan mendapat pengetahuan baru dalam pengolahan limbah organik sabut kelapa menjadi kokedama. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini telah selesai dilaksankan di Desa Sumbersalak dan berfokus dalam pelatihan pengolahan pemanfaatan limbah organik yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agnes Wehelmina Alberthus, Marthen R. Pellokila, Nendissa, D. R., Chamdra, S., & Elvani, S. (2024). Membangun Bisnis Tanaman Hias Indoor Di Kota Kupang Melalui Kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 5(1), 28–35.https://doi.org/10.51556/jpkmkelaker.v5i1.291

Arista, N. I. D. (2024). Karakteristik limbah pertanian dan dampaknya: Mengapa pengelolaan ramah lingkungan penting? Waste Handling and Environmental Monitoring, 1(2), 67–76. https://doi.org/10.61511/whem.v1i2.2024.1204

Arum, L. S., Murtiyaningsih, H., Suroso, B., Muliasari, R. M., & Anggriawan, R. (2022). Budidaya Tanaman Hias Potless melalui Teknik Kokedama bersama PKK Kelurahan Wirolegi, Jember. Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian, 1(1). https://doi.org/10.25047/agrimas.v1i1.6

Aryani, S., & Salsabila Sadikin, Z. (2022). Pemberdayaan Masyarakat dengan Bank Sampah: Membangun Kesadaran dan Meningkatkan Kesejahteraan. Jurnal JUPEMA, 1(2), 10–14. https://doi.org/10.22437/jupema.v1i2.36884

Asbaruna, L. W. B., & Gorib, R. I. (2022). Pengembangan Jiwa Entrepreneurship Bagi Generasi Muda Melalui Pelatihan Kewirausahaan (Bag. 3). Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 2. https://doi.org/https://doi.org/10.59818/jpm

Asfaw, D. M., Asnakew, Y. W., Sendkie, F. B., Workineh, E. B., Mekonnen, B. A., Abdulkadr, A. A., & Ali, A. K. (2024). Perceived social, economic, environmental and health effects of solid waste management practices in logia town, afar, ethiopia. Discover Sustainability, 5(1), 308. https://doi.org/10.1007/s43621-024-00533-7

Astriani, M., Hidayat, S., & Saputri, W. (2022). Kokedama: Teknik Inovatif untuk Meningkatkan Peluang Bisnis Tanaman Hias di Palembang, Sumatera Selatan. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 7(4), 851–859. https://doi.org/10.30653/002.202274.152

de Lima, D., & Patty, C. W. (2021). Potensi Limbah Pertanian Tanaman Pangan Sebagai Pakan Ternak Ruminasia Di Kecamatan Waelata Kabupaten Buru. 9(1).

Eshete, H., Desalegn, A., & Tigu, F. (2023). Knowledge, attitudes and practices on household solid waste management and associated factors in Gelemso town, Ethiopia. PLOS ONE, 18(2), e0278181. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0278181

Faizah, R., Nabilah, C. F., Triswanti, D. R., Lubuana, L., Latifah, D. N., & Fitriana, V. D. (2023). Pembuatan Kokedama sebagai Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa di Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung (Bag. 3). 2, 08–15. https://doi.org/https://doi.org/10.56444/perigel.v2i3.1013

Fibriani, S., & Krismiratsih, F. (2024). Pelatihan Pembuatan Kokedama Sebagai Upaya Meningkatkan Kreatifitas Wirausaha Remaja di Lingkungan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Anak (PPSAA) di Kabupaten Nganjuk (Bag. 1). Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 3, 23–28. https://doi.org/10.25047/agrimas.v3i1.42

Fitriani, A., Lubis, R., Nopriyeni, N., Syahfitri, J., & Herlina, M. (2022). Pemanfaatan Serabut Kelapa (Cocofiber) Menjadi Kokedama Sebagai Peluang Bisnis Di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Cemerlang : Pengabdian pada Masyarakat, 4(2), 218–228. https://doi.org/10.31540/jpm.v4i2.1582

Hariono, B., Kurnianto, M. F., Wijaya, R., Brilliantina, A., Galushasti, A., & Bintoro, M. (2024). Regional Superior Products as The Key to Sustainable Food Security in Jember Regency, Indonesia. International Journal of Technology, Food and Agriculture, 1(2). https://doi.org/10.25047/tefa.v1i2.4798

Hermanu, & Nugorho, S. P. (2023). Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Kreatif Melalui media Tepat Guna Tanaman Hias dengan Teknik Kokedama (Bag. 5). Bimbingan Swadaya Masyarakat, 5, 209–213. https://doi.org/10.59689/bisma.v1i2.456

Mulyanti, K., & Supandi, S. (2022). Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Budidaya Tanaman Sayuran. Jurnal Abdimas Dedikasi Kesatuan, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.37641/jadkes.v3i1.1311

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Pelatihan Kokedama: Inovasi Berkebun Ramah Lingkungan untuk Menciptakan Keindahan dan Manfaat dari Limbah Organik di Desa Sumbersalak, Kabupaten Jember. (2026). Jurnal PkM Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 601-612. https://doi.org/10.30998/qmw2z319