Edukasi Pengolahan Kulit Rambutan (Nephellum Lappaceum L.)  Menjadi Teh Herbal di Desa Tanjung Pering

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/jurnalpkm.v9i3.1839

Keywords:

Kulit rambutan, Nephelium lappaceum, teh herbal, teh celup, Tanjung Pering

Abstract

Kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan limbah yang mencemari lingkungan. Secara ilmiah kulit rambutan dilaporkan bersifat sebagai antioksidan. Sifat antioksidan dari kulit rambutan berkaitan dengan kandungan kimianya berupa asam ellagic, korilagin, geraniin, β-karoten, dan vitamin C. Penggunaan kulit rambutan sebagai sumber senyawa antioksidan dapat dilakukan dengan mengolahnya menjadi sediaan teh herbal. Pada kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan edukasi pengolahan kulit rambutan menjadi teh herbal. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Pering, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dengan melibatkan ibu-ibu. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi dan evaluasi tentang kulit rambutan. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat belum mengetahui penggunaan kulit rambutan sebagai minuman teh herbal. Hasil post-test menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait dengan penggunaan tumbuhan obat sebagai teh herbal dengan peningkatan rata-rata dari 63% menjadi 80%. Masyarakat merasa mendapat pengetahuan baru terkait pengolahan kulit rambutan menjadi teh herbal yang sangat sederhana. Peserta menyukai produk teh kulit rambutan yang dibuat dan memberikan penilaian produk yang sama seperti teh dari daun teh. Kegiatan ini sangat mendapat apresiasi dari masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggara, D., Wahyudianto, F.X.A., Harianja, M.S., Musfitasari, A., Marshelinda, M.,& Fernandes, A. (2019). Potensi limbah kulit rambutan (Nephelium lappaceum) sebagai minuman seduhan herbal. Jurnal Agroteknologi, 13(2), 132-136.

Dasri, S., Dwi, D. F., Br Ginting, D. F., Azzahra, M., Sidabutar, J. S., Mun, F., & Halimatussya’diyah. (2025). Manfaat rebusan kulit rambutan (Nephelium lappaceum) terhadap kesehatan tubuh. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. 5 (32025),1233-1240.

Daiyanti, V. M., Aini N., Nurhaliza B. I., Purwanto D. K., & Ramdani, A. (2023). Pemanfaatan Limbah Kulit Rambutan Menjadi Produk Teh di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA. 6(1), 25-30.

Badan Pusat Statistik, (2024), Indralaya Utara dalam angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Ogan Ilir, vol. 13.

Julinar, Musifa, E., & Muharni. (2025). Potensi pengembangan kulit rambutan menjadi teh herbal. Laporan Penelitian Dosen Pemula, Universitas Sriwijaya, Palembang.

Jusmaini & Eliska. Uji daya terima dan nilai kandungan gizi teh kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.). Jurnal Kesehatan Unggul Gemilang. 10(1), 139-154.

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apakah-aman-mengonsumsi-teh-kulit-rambutan--apa-manfaatnya. Diakses 17 Agustus 2026.

https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-kulit-rambutan-sehat-alami-dan-kaya-khasiat?srsltid=AfmBOopge3mPBBaxsixKkba5rKCfl3bpcL9Y7JOMyVJcAwY8WKJX4-bK. Diakses 17 Agustus 2026.

Mistriyani, M., Riyanto, S., Windarsih, A., & Rohman, A. (2021). Antioxidant Activities and Identification of an Active Compound from Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Peel. Indonesian Journal of Chemistry, 2(1), 259-267,

Mun’in, A., Hanani, E., & Mandasari, A. (2008). Pembuatan teh herbal campuran kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) dan herba seledri (Apium graveolens). Majalah Ilmu Kefarmasian, 8(1), 47-54.

Muhtadi, M, Haryoto, H., Sujono, T.A., & Suhendi, A. (2016). Antidiabetic and antihypercholesterolemic activities of rambutan (Nephelium lappeceum L.) and durian (Durio zibenthinus Murr.) fruit peel extracts. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 6(04), 190-194.

Nurfadillah, S.C., & Rustiah, W. (2016). Analisis antioksidan ekstrak etil asetat dari kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Al Kimia, 4 (1), 78-86.

Putri, Y. D., Setyani, F., & Kartamihardja, H.(2022). Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Etanolik Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L.). Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, 11(1), 70-81.

Rosmia, P., Chandran, A. C., Beela, G. K., & Suma, D. (2024). Nutrient Composition and Antioxidant Potential of Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Peel. Advances in Research, 25(5), 201-208.

Singh N, Yadav SS. (2022). A review on health benefits of phenolics derived from dietary spices. Current Research in Food Science. 10(5):1508-1523. doi: 10.1016/j.crfs.2022.09.009.

Sunaryo, D. [2021]. Optimalisasi limbah kulit rambutan menjadi produk minuman kemasan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Sukaratu, Kabupaten Serang. Kaibon Bhinaya: Jurnal pengabdian masyarakat, 3(1), 1-7.

Sekar, M., Sivalinggam, P., & Mahmad, A. (2017). Formulation and Evaluation of Novel Antiaging Cream Containing Rambutan Fruit Extract. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 8(3), 1056-1065.

Shrestha, P., & Handral, M. (2017). Evaluation of immunomodulatory activity of extract from the rind of Nephelium lappaceum fruit. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, 9 (1), 38-43.

Widiarti, N., Wahyuni, S., & Mahatmanti, F.W. (2013). Pengolahan buah dan biji rambutan sebagai makanan tradisional koktail, manisan, emping biji rambutan dan obat herbal yang berkhasiat. Rekayasa, 2013; 11 (2): 75-78.

Wibowo, N. K., Rudyanto, M., & Purwanto, D. A. (2022). Aktivitas Antioksidan Teh Hijau dan Teh Hitam, Camellia, 1(2), 45–52,

Wahyuningsih, D. (2019). Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kewirausahaan Pengolahan Limbah Buah Rambutan di Desa Keleyan, Kabupaten Bangkalan. Jurnal ilmiah Pangabdhi, 5(1), 1-6.

Zulhipri, Z., Boer, Y., & Dyaningtyas, R. P. (2022). Kandungan fitokimia dan uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.) varietas Binjai dan Lebak Bulus. Jurnal Riset Sains Dan Kimia Terapan, 2(2), 156–161.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

Edukasi Pengolahan Kulit Rambutan (Nephellum Lappaceum L.)  Menjadi Teh Herbal di Desa Tanjung Pering. (2026). Jurnal PkM Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(3), 1270-1279. https://doi.org/10.30998/jurnalpkm.v9i3.1839