Strategi Pengembangan Bamboo Craft dengan Social Entrepreneurship Approach dan Eco-Bamboo Creativity Concept
DOI:
https://doi.org/10.30998/jurnalpkm.v9i3.3071Keywords:
Social Entrepreneurship Approach, Eco Creativity Concept, Bamboo CraftAbstract
Fokus sektor ini bukan pada sumber daya alam atau mesin, melainkan kreativitas dan inovasi manusia. Para pengrajin bambu di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan menghadapi keterbatasan variasi produk dan minim inovasi. Mayoritas masih memproduksi barang tradisional seperti caping dan kipas tanpa pengembangan bentuk maupun fungsi, sehingga peluang pasar yang lebih luas belum termanfaatkan. UMKM setempat juga kurang literasi tentang social entrepreneurship dan penggunaan bahan pendukung ramah lingkungan. Untuk mengatasinya, diperlukan pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan nilai tambah produk melalui penguatan desain dan pengembangan jenis produk, dengan materi Social Entrepreneurship Approach dan Eco Creativity Concept. Kegiatan pengabdian berlangsung empat bulan, September–Desember 2025, menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu pelatihan dan pendampingan yang memanfaatkan aset dan potensi komunitas. Melalui ABCD, masyarakat memperoleh pelatihan dan monitoring terkait pengelolaan bahan baku bambu serta kreativitas produk olahan bambu ramah lingkungan sebagai keunggulan kompetitif desa. Hasilnya, sekitar 80% peserta mampu mempraktikkan langsung kedua konsep tersebut di lapangan. Pendekatan ini juga diharapkan mendorong produk yang lebih variatif, bernilai jual tinggi, dan berkelanjutan bagi perekonomian desa.
Downloads
References
Arrizal, N. Z., & Sofyantoro, S. (2020). Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dan UMKM di Masa Pandemi melalui Digitalisasi. Birokrasi Pancasila: Jurnal Pemerintahan, Pembangunan Dan Inovasi Daerah, 2(1), 39-48.
Bansal, S., Garg, I., & Vasa, L. (2023). Can social enterprises aid sustainable development? Evidence from multi-stage investigations. PLOS ONE, 18(2), e0281273. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0281273
Bredenoord, J. (2024). Bamboo as a Sustainable Building Material for Innovative, Low-Cost Housing Construction. Sustainability, 16(6), 2347. https://doi.org/10.3390/su16062347
Dureau, C. 2013. Pembaru dan Kekuatan Lokal untuk Pembangunan. Jakarta: Australian Community Development and Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS) Phase II.
Guan, M. Y., Zhong, H. N., Wang, Z. W., Yu, W. W., & Hu, C. Y. (2023). Chemical contaminants from food contact materials and articles made from or containing wood and bamboo – a review. Food Additives & Contaminants: Part A, 40(3), 434–453. https://doi.org/10.1080/19440049.2023.2167003
Kampelmas. (2023). Pengembangan potensi lokal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di Desa Jambusari Cilacap. Kampelmas, 2(2), 1051–1066.
Kerdiati, N. L. K. R., & Darmastuti, P. A. (2023). Penerapan Konsep 3R (Reduce-Reuse Recycle) untuk Material Interior Berkelanjutan. Viswa Design: Journal of Design, 3(2), 95–104. https://doi.org/10.59997/vide.v3i2.2910
Meyer, D., & Morlock, G. (2023). High-performance thin-layer chromatography analysis of industrial bamboo tableware for genotoxins, melamine and formaldehyde. Journal of Planar Chromatography – Modern TLC, 36, 71–76.
Monteiro, A. A., Sánchez-García, J. C., Hernández-Sánchez, B. R., & Cardella, G. M. (2022). Social Entrepreneurship Conceptual Approaches. Encyclopedia, 2(2), 1004-1018. https://doi.org/10.3390/encyclopedia2020066
Muchlashin, A. (2020). Menyongsong Desa Wisata Jembul Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Pemberdayaan Masyarakat di Desa Jembul, Jatirejo, Mojokerto. MUHARRIK: Jurnal Dakwah Dan Sosial, 3(2), 157-174. https://doi.org/10.37680/muharrik.v3i02.397
Murni, S., & Rekha, R. (2021). Analisis Peran Ekonomi Kreatif dalam Peningkatan Pendapatan Pengrajin Ditinjau dari Ekonomi Islam (Studi pada Industri Bordir Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Dan Bisnis Islam, 2(1), 25-34. https://doi.org/10.22373/jimebis.v2i1.194
Ridhani, M. Y., & Priyadharma, A. A. (2023). Asset based community development sebagai penunjang pembangunan pedesaan di Kabupaten Barito Kuala. Region: Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif, 18(1).
Rahayu, R., Zahro, M., Maryam, D., & Kirana, A. A. (2026). Digital Financial Literacy for Bamboo MSMEs: A SIAPIK Application Training Initiative in Lamongan. Warta Pengabdian Andalas, 33(1), 1-9. https://doi.org/10.25077/jwa.33.1.1-9.2026
Sulistyono, S., Karyaningsih, I., & Nugraha, A. (2016). Keanekaragaman Jenis Bambu dan Pemanfaatannya di Kawasan Hutan Gunung Tilu Desa Jabranti Kecamatan Karangkencana Kabupaten Kuningan. Wanaraksa, 10(2), 41-47. https://doi.org/10.25134/wanaraksa.v10i02.1062
Susanti, S., & Rachmaniar, R. (2022). Membangun Citra Selaawi Garut sebagai Kota Bambu. MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya): Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi, 7(1), 16-26. http://dx.doi.org/10.35329/mitzal.v7i1.2827
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahidahwati Wahidahwati, Rika Rahayu, Mar'atus Zahro, Dewi Maryam (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






