Pelatihan Guru BK dalam Upaya Pencegahan Kekerasan di SMA Kota Pekalongan

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/42mfgf65

Keywords:

Guru BK, Pencegahan, Kekerasan, Remaja, SMA

Abstract

Kekerasan remaja merupakan tindakan agresi atau penyalahgunaan kekerasan (fisik, psikologis, emosional, atau seksual) yang dilakukan oleh anak muda. Masalah ini mencakup perundungan (bullying), tawuran, kekerasan dalam pacaran, hingga eksploitasi digital. Kekerasan di SMA Pekalongan umumnya terdiri dari perundungan (bullying) baik secara verbal maupun fisik dan sering terjadi di lingkungan sekolah atau melalui media sosial (cyberbullying), tawuran antar pelajar yang masih menjadi ancaman terutama di titik-titik kumpul strategis jalur Pantura dan Kekerasan Berbasis Gender yaitu pelecehan verbal atau tindakan yang tidak menyenangkan dan seringkali tidak terlaporkan karena dianggap "bercanda". Permasalahan prioritas PkM adalah Normalisasi Kekerasan dan Perundungan, rendahnya keberanian melapor, Fenomena cyberbullying yang Sulit Terdeteksi, keterbatasan rasio guru BK dengan siswa serta kurangnya sineri dengan orangtua. Metode kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan. Sebelum pelaksanaan kegiatan diawali dengan survey lokasi, perencanaan, penyusunan materi sosialisasi dan pelatihan, pendampingan, evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan signifikan pemahaman peserta mengenai upaya pencegahan kekerasan. Nilai rata-rata pre-test peserta adalah 50,5 dan meningkat menjadi 85,7 pada post-test, dengan peningkatan capaian sebesar 35,2 poin. Kegiatan pelatihan Guru BK mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendamping anak dalam upaya pencegahan kekerasan yang terjadi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bauman, S. (2011). Cyberbullying: What Counselors Need to Know. Alexandria, VA: American Counseling Association.

Espelage, D. L., & Swearer, S. M. (2010). Bullying Prevention and Intervention: Realistic Strategies for Schools. Guilford Press.

Freeburg,M.N.,& Winkle,J.L.Van. (2011). Increasing Intake Interview Skills :A Creative Approach.

Güder SY, Alabay E. Children’ s Questions and Answers of Parents: Sexual Education Dilemma. Int J Progress Educ [Internet]. 2018;14(6):138–51.

Hidayat, D. R., & Badrujaman, A. (2018). Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Atas. Jakarta: CV. Rajawali.

Liqoiyah I, Santoso H, Sumiyem. (2022). Modul Konseling Sebaya. Yogyakarta: CV Dewa Publishing.

Muftitama A. The Concept of Sex Education in Context of Islamic Culture of Indonesia. Int J Adv Res [Internet]. 2017;5(10):671–80.

Prasetyo, A. (2020). Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Empati Siswa untuk Mencegah Kekerasan Teman Sebaya. Jurnal Fokus Konseling, 6(1).

Sari, W. P. (2022). Peran Guru BK dalam Implementasi Program Sekolah Ramah Anak sebagai Upaya Preventif Kekerasan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru.

Sinaga D, Simorangkir MRR. Understanding Early Sex Education through Image Story Media. Int J Recent Innov Acad Res [Internet]. 2021;5(8):103–8.

Whiston, S. C. (2005). Principles and applications of assessment in counseling (2nd ed.). Thomson Brooks/Cole.

Whitted, K. S., & Dupper, D. R. (2005). Best Practices for Preventing or Reducing Bullying in Schools. Children & Schools, 27(3), 167-175.

Zhang W, Chen J, Liu F. Preventing Child Sexual Abuse Early: Preschool Teachers’ Knowledge, Attitudes, and Their Training Education in China. Sage Journals [Internet]. 2015;5(1):1–8.

Published

2026-05-28

How to Cite

Pelatihan Guru BK dalam Upaya Pencegahan Kekerasan di SMA Kota Pekalongan. (2026). Jurnal PkM Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2). https://doi.org/10.30998/42mfgf65