Penguatan Peran Taman Gumi Banten sebagai Bank Plasma Nuftah melalui Konservasi Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.30998/6snprt13Keywords:
Taman Gumi Banten, Bank Plasma Nutfah, Konservasi, Tumbuhan Upakara, Desa Adat JelekungkangAbstract
Program Pengabdian Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh ancaman terhadap kelestarian tumbuhan upakara yang kritis akibat alih fungsi lahan, degradasi pengetahuan tradisional, dan ketergantungan pada pasar yang tidak stabil. Masyarakat Bali sangat bergantung pada pasar untuk memperoleh bahan upakara, sementara banyak spesies langka seperti pule (Alstonia scholaris) dan cendana (Santalum album) terancam punah. Taman Gumi Banten di Desa Adat Jelekungkang, Kabupaten Bangli, hadir sebagai solusi konservasi berbasis masyarakat, namun belum dikelola secara optimal sebagai bank plasma nutfah yang ilmiah. Tujuan kegiatan adalah menguatkan peran Taman Gumi Banten sebagai bank plasma nutfah tumbuhan upakara melalui konservasi berkelanjutan, dengan fokus pada pelestarian biodiversitas, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan destinasi edukasi berkelanjutan. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan partisipatif 3E (Edukasi, Ekonomi, Ekologi) melalui tahapan: (1) pemetaan lahan; (2) inventarisasi botanis dan spesies upakara; (3) asesmen kesehatan tanaman; (4) analisis tanah; (5) pemetaan sosial; dan (6) zonasi penanaman. Kegiatan melibatkan FGD, pelatihan teknis, pembentukan Pokja, dan penandatanganan MoU. Hasil menunjukkan teridentifikasinya 125 pohon kelapa sehat, 15 pohon sawo kecik, dan 8 pohon majegau. Sebanyak 50 bibit sawo kecik dan majegau berhasil ditanam sebagai fase awal. Program ini berhasil menciptakan model konservasi integratif yang mengombinasikan kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah, memperkuat ketahanan ekologi-sosial masyarakat, dan menjadi dasar replikasi di desa adat lainnya di Bali.
Downloads
References
Andila, P. S., Warseno, T., Syafitri, W., & Tirta, I. G. (2022). Ethnobotanical Study of Hindu Society in Tabanan, Bali and The Conservation Efforts. Advances in Biological Sciences Research, 22(Icbs 2021), 590–597.
Arta, K. S., Lasmawan, I. W., Pageh, I. M., & Suastika, I. N. (2023). Ethnoecology : Local Wisdom of Forest Conservation in Tenganan Pengringsingan Traditional Village. ICLSSE. https://doi.org/10.4108/eai.1-6-2023.2341351
Beratha, N. L. S., Rajeg, I. M., & Sukarini, N. W. (2018). Fungsi dan Makna Simbolis Pohon Beringin dalam Kehidupan Masyarakat Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 08(12), 33–52.
Darma, I. D. P., Hanum, S. F., Iryadi, R., & Rahayu, A. (2021). Flowers and Value of Conservation in The Culture of Hindu Community in Bali. Biosaintifika, 13(1), 34–40.
Hidayat, T., Kelana, H. W., Imam, D., Ismanto, A., & Meitha, K. (2018). Survey on Ethnobotanic Value of Banana ( Musa spp ; Musaceae ) in Bali Province , Indonesia. Journal of Bioscience, 25(1), 31–39. https://doi.org/10.4308/hjb/25.1.31
Karidewi, M., Ritohardoyo, S., & Santosa, L. (2012). Desa Adat Tenganan Pegringsingan dalam Pengelolaan Hutan di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Majalah Geografi Indonesia, 26(1), 26–45.
Pretty, J., & Smith, D. (2004). Social capital in biodiversity conservation and management. Conservation Biology, 18(3), 631–638. https://doi.org/10.1111/j.1523-1739.2004.00126.x
Puspadewi, K. R., & Wulandari, I. G. A. P. A. (2018). Analisis Etnomatematika Jejahitan Bali dalam Pembelajaran Bangun Datar. Jurnal Bakti Saraswati, 07(02), 145–156.
Rai, I. N., Ana, G. W., Sudana, I. P., Wiraatmaja, I. W., & Semarajaya, C. G. A. (2016). Buah-Buahan Lokal Bali : Jenis, pemanfaatan dan Potensi Pengembangannya (Issue Januari). Pelawa Sari.
Rimba, A. B., Atmaja, T., Mohan, G., Chapagain, S. K., Arumansawang, A., Payus, C., & Fukushi, K. (2020). Identifying Land Use and Land Cover ( LULC ) Change From 2000 to 2025 Driven By Tourism Growth: A Case Study In Bali. ISPRS Congress, XLIII, 1621–1627.
Sardiana, I. K. (2010). Gumi Banten: Unit pembibitan tanaman ritual (upakara) Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat UNUD. Majalah Aplikasi Ipteks Ngayah, 1(1), 13–21.
Sudiana, I. M., Surata, I. K., & Meylani, V. (2021). Tingkat Pengetahuan Sekaa Teruna Terhadap Tanaman Upakara Hindu. Bioedusiana, 6(2), 318–329.
Sudirgayasa, I. G., Mahanal, S., & Gofur, A. (2025). Digitization of rare Balinese ( Indonesia ) Hindu ritual plants for conservation and biology education. Biodiversitas, 26(6), 2735–2745. https://doi.org/10.13057/biodiv/d260618
Sujarwo, W., Arinasa, I. B. K., Caneva, G., & Guarrera, P. M. (2016). Traditional knowledge of wild and semi-wild edible plants used in Bali (Indonesia) to maintain biological and cultural diversity. Plant Biosystems - An International Journal Dealing with All Aspects of Plant Biology, 150(5), 971–976. https://doi.org/10.1080/11263504.2014.994577
Sujarwo, W., & Caneva, G. (2015). Ethnobotanical Study of Cultivated Plants in Home Gardens of Traditional Villages in Bali (Indonesia). Human Ecology, 43(5), 769–778. https://doi.org/10.1007/s10745-015-9775-8
Sujarwo, W., Caneva, G., & Zuccarello, V. (2020). Patterns of plant use in religious offerings in bali (Indonesia). Acta Botanica Brasilica, 34(1), 40–53. https://doi.org/10.1590/0102-33062019abb0110
Suparwa, I. N., Candrawati, N. L. K., Sari, N. M. D. P., & Putra, A. A. P. (2023). Representation of Dewi Sri in Balinese farming ceremonies. International Journal of Linguistics, Literature and Culture, 9(4), 132–144. https://doi.org/10.21744/ijllc.v9n4.2315
Surataa, I. K., Sudiana, I. M., Seniwati, N. P., Marhaeni, I. G. A. A. N. D., & Sukawidana, I. N. (2022). Studi Keanekaragaman Hayati dan Morfologi Tanaman Upakara Yadnya Hindu Bali. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 11(1), 54–62.
Tantowi, N. P. X., Sukenti, K., & Mulyaningsih, T. (2022). Ethnobotanical Study of Tumpek Wariga Tradition in Hindu Community of Jagaraga Village , West Lombok Regency. Jurnal Biologi Tropis, 22(3), 746–756.
Wijana, N., & Mulyadiharja, S. (2022). Conservation of Useful Plant Species in the Bukit Kangin Forest, Tenganan Pegringsingan Traditional Village, Karang Asem, Bali. IJCS, 13(3), 949–960.
Yogantara, I. W. L., Adiputra, I. N., & Wastawa, I. W. (2021). Conservation in the Tenganan Pegringsingan Traditional Village, Manggis District, Karangasem Regency (Ecotheology Study). AJHRSSR, 5(12), 32–42.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Ketut Ayu Juliasih, I Nyoman Arsana, I Komang Gede Santhyasa, I Putu Sudiartawan, Anak Agung Ayu Sauca Widyantari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.






