Peran Pendapatan Asli Daerah dalam Mendukung Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ditengah Kebijakan Efisiensi Anggaran (Studi Kasus di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30998/cfmhbc44

Keywords:

Pendapatan Asli Daerah (PAD);, APBD, Efisiensi Anggaran, Provinsi NTB

Abstract

The ratio of PAD contribution to transfer funds averaged 73.31% from 2020-2025. is considered to be located between 50%-75% meaning that the relationship pattern that occurs is a participatory pattern, namely the region is starting to be able to finance its own activities. Mahmudi (2019) A ratio above 70% is classified as quite capable/independent fiscally. The average effectiveness ratio of 86.81% from 2020-2025 according to the criteria of this effectiveness ratio is located at 80-90% quite effective. And in the context of managing and utilizing potential that is a source of regional original income (PAD) is quite effective. According to Kepmendagri. 690.900-327 (1996). The ratio of regional/routine spending to the regional revenue and expenditure budget (APBD) is 98.67% from 2020-2025. Halim (2014) If the proportion of routine spending is too large to the total regional revenue and expenditure budget (APBD), it indicates that the regional government has not been able to balance operational spending and development spending. Based on the Minister of Home Affairs Regulation Number 13 of 2006 concerning Guidelines for Regional Financial Management, which emphasizes the importance of a balance between operational spending and development spending so that the regional budget provides optimal economic and social benefits. The average PAD growth ratio is 1.19% from 2020-2025. Based on the Minister of Home Affairs Regulation Number 77 of 2020 concerning Technical Guidelines for Regional Financial Management. That the ideal growth of regional original income (PAD) should be in the range of >5% per year to show increased regional independence.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Syahid Syahid, Indraprasta Pgri University

    Program Studi Desain Komunikasi Visual

References

Ahmad Fauzi, & Iskandar. (1982). Cara membaca APBD. Malang: Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Deddy, & Solihin. (2004). Otonomi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Edgar, & Zainudin. (2013). Wajah otonomi daerah di era reformasi. Yogyakarta: Danadyaksa Publisher.

Halim, A. (2001). Bunga rampai manajemen keuangan daerah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Halim, A. (2004a). Akuntansi sektor publik. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A. (2004b). Seri bunga rampai manajemen keuangan daerah: Akuntansi dan pengendalian keuangan daerah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Halim, A., & Mujib, I. (2009). Problem desentralisasi dan perimbangan keuangan pemerintahan pusat-daerah. Yogyakarta: Sekolah Pascasarjana UGM.

Halim, A. (2014). Manajemen keuangan daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Halim, A. (2016). Manajemen keuangan sektor publik. Jakarta: Salemba Empat.

Harun. (2004). Analisis ketersediaan dana pembangunan daerah. Yogyakarta: BPEF.

Ismail, T. (2005). Pengantar pajak daerah di Indonesia. Jakarta: PT Yellow Mediatama.

Mardiasmo. (2018). Otonomi dan manajemen keuangan daerah. Yogyakarta: Andi Offset.

Musgrave, R. A. (1989). Public finance in theory and practice. New York: McGraw-Hill.

Nazir, M. (2014). Metode penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Soekarwo. (2003). Berbagai permasalahan keuangan daerah. Surabaya: Airlangga University Press.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Peraturan Perundang-undangan

Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2002 tentang Pedoman Alokasi Biaya Pemungutan Pajak Daerah.

Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 690.900-327 Tahun 1996 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Keuangan.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Downloads

Published

2025-12-26

How to Cite

Sahrudin, S., & Syahid, S. (2025). Peran Pendapatan Asli Daerah dalam Mendukung Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ditengah Kebijakan Efisiensi Anggaran (Studi Kasus di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sosio E-Kons, 17(3), 247-257. https://doi.org/10.30998/cfmhbc44