Implementasi Gerakan Literasi Sekolah pada Kegiatan Kokurikuler Di SMA Negeri 1 Ngantang

Authors

  • Sri Narindra Wahyu Widayat Universitas Negeri Malang Author
  • Suyono Suyono Universitas Negeri Malang Author
  • Gatut Susanto Universitas Negeri Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.30998/sap.v11i1.3504

Keywords:

GLS, Literacy, Co-curricular, Interdisciplinary, 7 KAIH

Abstract

This study aims to describe the implementation of the School Literacy Movement (GLS) in co-curricular activities at SMA Negeri 1 Ngantang. The research method used is descriptive qualitative. The data of this study is in the form of information about the application of GLS in three stages of literacy, namely habituation, development, and learning in co-curricular activities. In addition, it also describes the application of six aspects of basic literacy such as reading and writing, numeracy, science, financial, digital, and culture or citizenship in co-curricular activities. Data collection was carried out through observation, interviews, and document studies. Data analysis techniques were carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions from literacy and co-curricular program documents that include program lists, activity classifications, program documentation, and student work portfolios. The results of the study indicate that the three stages of literacy, namely habituation, development, and learning, as well as the six aspects of basic literacy have been well implemented through co-curricular activities. Habitual activities are carried out through reading and writing activities or listening to information from multimodal texts according to the co-curricular activity material. Development activities are carried out by processing reading results into meaningful works that increase the level of critical thinking and creativity. Learning activities integrate six basic literacies into co-curricular activities through interdisciplinary learning. Thus, by implementing literacy in co-curricular activities, both programs, literacy and co-curricular, can run effectively and strengthen each other.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

  • Sri Narindra Wahyu Widayat, Universitas Negeri Malang

    Postgraduate Student, State University of Malang

  • Suyono Suyono, Universitas Negeri Malang

    Postgraduate Lecturer, State University of Malang

  • Gatut Susanto, Universitas Negeri Malang

    Postgraduate Lecturer, State University of Malang

References

[1] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Jakarta, Indonesia, 2015.

[2] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sekolah Menengah Atas, Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Tahun 2020 (Edisi Revisi). Jakarta, 2020.

[3] L. Solihin, I. Pratiwi, I. Hijriani, and U. Sudrajat, “Mengukur capaian program Gerakan Literasi Sekolah (Gls): merumuskan instrumen evaluasi untuk memajukan literasi,” 2020, Pusat Penelitian Kebijakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

[4] G. E. Novarina, A. Santoso, and F. Furaidah, “Model pelaksanaan gerakan literasi sekolah di sekolah dasar,” Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, vol. 4, no. 11, pp. 1448–1456, 2019.

[5] F. Nurohmawati and D. Cunandar, “Analisis Kebiasaan Gemar Membaca dan Kemampuan Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar,” Naturalistic: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, vol. 8, no. 2, pp. 297–303, 2024.

[6] K. Khotimah, S. Akbar, and C. Sa’dijah, “Pelaksanaan gerakan literasi sekolah,” Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, vol. 3, no. 11, pp. 1488–1498, 2018.

[7] N. Purnamasari, R. Maisura, K. A. Abu Bakar, and Y. Pratama, Panduan Kokurikuler: Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta, Indonesia: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025.

[8] K. R. dan T. R. I. P. M. P. K. R. dan T. R. I. Kementerian Pendidikan, Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta, Indonesia, 2024.

[9] M. Subhan, Metodologi Penelitian Kualitatif. Malang, Indonesia: PT Literasi Nusantara Abadi Group, 2024.

[10] W. V. Nurfajriani, M. W. Ilhami, A. Mahendra, M. W. Afgani, and R. A. Sirodj, “Triangulasi data dalam analisis data kualitatif,” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, vol. 10, no. 17, pp. 826–833, 2024.

[11] Q. Qomaruddin and H. Sa’diyah, “Kajian teoritis tentang teknik analisis data dalam penelitian kualitatif: Perspektif Spradley, Miles dan Huberman,” Journal of Management, Accounting, and Administration, vol. 1, no. 2, pp. 77–84, 2024.

[12] S. G. L. S. Kemendikbud, “Desain induk gerakan literasi sekolah,” Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2019.

[13] Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta, Indonesia: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016.

[14] N. B. V. Ali, I. G. N. Setiawan, B. S. Joko, I. Ulumuddin, and K. Julizar, “Evaluasi Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS),” 2018, Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Indonesia.

[15] TPK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Buku Saku Kokurikuler: Kokurikuler Berdaya, Profil Lulusan Bermakna. Surabaya, Indonesia: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, 2024.

[16] I. F. R. Sari, “Konsep dasar gerakan literasi sekolah pada permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti,” Al-Bidayah: jurnal pendidikan dasar Islam, vol. 10, no. 1, pp. 89–100, 2018.

[17] E. Thertina, R. Edward, and J. Jepri, “Dampak Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap Kompetensi Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar,” SAP (Susunan Artikel Pendidikan), vol. 10, no. 2, pp. 293–302, 2025.

[18] I. Yulianto, E. T. Andaryani, S. Sumartiningsih, and P. X. Fuchs, “Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Kokurikuler Dalam Perspektif Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar,” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 11, no. 02, pp. 212–223, 2026.

[19] R. P. Utami, A. M. Solihin, K. A. Bakar, A. A. Khoirudin, R. A. Pranawati, and Pambudi A R, Panduan Penerapan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk Guru dan Satuan Pendidikan Pada Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. Jakarta, Indonesia: Pusat Penguatan Karakter, Kemendikdasmen, 2024.

[20] Ditjen GTK Kemendikbud, “Pemanfaatan Teknologi Digital,” Instagram.

[21] M. O. C. Wiguna, “Pemikiran hukum progresif untuk perlindungan hukum dan kesejahteraan masyarakat hukum Adat,” Jurnal Konstitusi, vol. 18, no. 1, pp. 112–137, 2021.

Downloads

Published

2026-08-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

Widayat, S. N. W., Suyono, S., & Susanto, G. (2026). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah pada Kegiatan Kokurikuler Di SMA Negeri 1 Ngantang. SAP (Susunan Artikel Pendidikan), 11(1), 96-105. https://doi.org/10.30998/sap.v11i1.3504