Kontinuitas dan diskontinuitas shot dalam konstruksi naratif video musik Pesan Terakhir
DOI:
https://doi.org/10.30998/jd.v14i1.2510Keywords:
Editing, Kontinuitas, Diskontinuitas, Visual, NaratifAbstract
Video musik “Pesan Terakhir” merupakan video musik yang menceritakan Lyodra, seorang perempuan yang menyukai teman laki–lakinya, Verrell. Namun, cintanya bertepuk sebelah tangan ketika Verrell menyukai orang lain. Terdapat penerapan kontinuitas dan diskontinuitas shot pada setiap rangkaian gambar di video musik “Pesan Terakhir” sehingga pesan dari sebuah lagu dapat tersampaikan pada penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penerapan kontinuitas dalam membangun pesan pada setiap adegan sehingga pesan dapat tersampaikan pada penonton. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan analisis visual terhadap shot dan adegan pada video musik "Pesan Terakhir" berdasarkan kategori kontinuitas konten, pergerakan, posisi dan waktu. Teori yang digunakan merupakan teori kontinuitas konten, pergerakan, posisi dan waktu yang dikemukakan oleh Blain Brown. Pembahasan dilakukan dengan menjabarkan potongan-potongan shot yang membentuk peristiwa, kemudian dilanjutkan pada penjabaran kontinuitas dan diskontinuitas pada setiap adegan dalam video musik “Pesan Terakhir”. Dari penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat potongan-potongan gambar yang tidak menunjukkan peristiwa, tetapi dimanfaatkan sebagai transisi sehingga peristiwa lain dapat ditayangkan dengan durasi yang singkat dalam medium video musik. Selanjutnya, kontinuitas konten, pergerakan, posisi dan waktu pada beberapa adegan. Kontinuitas tersebut ditunjukkan dengan kesinambungan pergerakan, posisi benda, subjek serta waktu pada setiap adegannya. Penggunaan diskontinuitas gerak dan waktu tidak hanya menghasilkan gangguan visual, tetapi juga dimanfaatkan sebagai strategi kompresi naratif untuk mempercepat alur cerita dan menegaskan emosi karakter. Dengan adanya kontinuitas, sebuah peristiwa terbentuk secara linear melalui rangkaian shot. Diskontinuitas dimanfaatkan dengan menunjukkan ketidaksinambungan yang menimbulkan transisi dalam mengonstruksi narasi, sedangkan diskontinuitas pergerakan membangun percepatan aksi yang menekankan afeksi karakter.
Downloads
References
Aditia, P., & Yudhistira, N. (2023). Analisis unsur sinematografi dalam membangun realitas cerita pada film Mencuri Raden Saleh. Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique, 5(2), 196–204.
Ali, M. M., & Sugihartono, R. A. (2015). Teknik editing pada film Rectoverso dalam mewujudkan cerita. Capture: Jurnal Seni Media Rekam, 6(2). https://doi.org/10.33153/capture.v6i2.763
Andhika, Y. L., Rahman, A., & Krishna, A. (2017). Teknik editing diskontinuiti pada drama televisi 44V. Capture: Jurnal Seni Media Rekam, 9(1), 80–92. https://doi.org/10.33153/capture.v9i1.2057
Anjaya, A., & Deli. (2020). Studi perbedaan komposisi pada sinematografi dan efek yang dihasilkan. Conference on Business, Social Sciences and Innovation Technology (CBSSIT), 1(1), 604–612. https://journal.uib.ac.id/index.php/cbssit/article/view/1468
Arum, R. R., & Hambali, R. Y. A. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes pada video musik EXO Lotto. Gunung Djati Conference Series, 19, 553–572. https://doi.org/10.15575/gdcs.v19i.1333
Aulia, S., & Sukmawati, L. (2021). Analisis harapan dan motivasi pada video klip BTS “Permission to Dance.” NOUMENA: Jurnal Ilmu Sosial Keagamaan, 2(1), 55–68. https://doi.org/10.37196/nojisok.v2i1.337
Banurea, R. N. (2015). Representasi konsep kecantikan dalam video music SNSD “Gee.” Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 9(2), 139–157. https://doi.org/10.14421/jsa.2015.092-08
Berliner, T., & Cohen, D. J. (2011). The illusion of continuity: Active perception and the classical editing system. Journal of Film and Video, 63(1), 44–63. https://doi.org/10.5406/jfilmvideo.63.1.0044
Brown, B. (2022). Cinematography: Theory and practice: For cinematographers and directors (4th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429353239
Comawati, N. L. A., Suryawati, I. G. A. A., & Joni, I. D. A. S. (2021). Representasi isu kesehatan mental dalam video musik Heavy oleh grup musik Linkin Park. E-Jurnal Medium, 2(1), 123–132. https://ojs.unud.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/76129
Deva, I. K. G. C., Darmawan, I. D. M., & Payuyasa, I. N. (2023). Penerapan editing cut to cut dalam film Perseteruan. Calaccitra: Jurnal Film dan Televisi, 3(1), 73–83. https://doi.org/10.59997/cc.v3i1.2256
Fauzan, A., Haryanto, D., & Zamroni, M. (2019). Analisis penerapan continuity cutting berdasarkan adegan dalam mendukung unsur naratif pada film Chef. Rolling: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Film, Televisi dan Media Kontemporer, 2(1), 1–5.
Fazira, E. (2021). Analisis semiotika representasi rasa kehilangan dalam musik video klip “Pilu Membiru Experience.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 6(2).
Febriansyah, M., & Susilawati. (2022). Continuity editing dalam musik video “Simpang Kiri Jalan–Kotak Itu.” Jurnal Ilmiah Teknik Studio, 6(1), 55–68.
Firdaus, & Wijaksono, D. S. (2022). Produksi film dokumenter “Spirit of Java Gamelan.” Medium: Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi, 10(1), 106–122. https://doi.org/10.25299/medium.2022.vol10(1).9056
Fuadi, M. L. (2023). Kajian teknik sinematografi dalam video klip “Clustre-Janji untuk Bersinar” di SMPIT Luqman Al-Hakim Internasional. E-Jurnal Skripsi Program Studi Teknologi Pendidikan, 10(3), 283–296.
Gordon, J., Natadjaja, L., & Febriani, R. (2020). Kajian visual video musik BTS menggunakan teori semiotika. Jurnal DKV Adiwarna, 1(16).
Karunia, L. (2022). Representasi perpustakaan pada video musik “The Story of Us.” JIPIS: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 1(2), 1–6. https://doi.org/10.31958/jipis.v1i2.5995
Kutanto, H., & Ibrahim, A. (2023). Teknik sinematografi pada dokumenter “Lenggak Ngayun si Tanduk Baja” sebagai kampanye pelestarian seni budaya Garut. Kartala Visual Studies, 2(1), 1–7.
Linando, S. I., Prasetyo, M. E., & Winnie, W. (2022). Komposisi visual dan tata cahaya pada film Netflix berjudul Squid Game. Jurnal Bahasa Rupa, 6(1), 20–32. https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v6i1.1139
Lubis, M. F. Y., & Wahyuni, S. (2020). Penerapan sinematografi pada film Pilar. Jurnal FSD, 1(1), 438–450.
Lyodra Official. (2021, September 26). Lyodra - Pesan Terakhir (Official Music Video) [Video]. YouTube. https://www.youtube.com/watch?v=oaFj0lRi3gw
Manoban, B. (2024, July 1). Lirik lagu Pesan Terakhir - Lyodra, kisah cinta tak terbalas. IDN Times. https://www.idntimes.com/hype/entertainment/lirik-lagu-pesan-terakhir-lyodra-00-s5z9f-yk58tq
Max, J. I. S. D., & Utomo, A. (2021). Discourse analysis on Taylor Swift’s “You Need to Calm Down” music video with semiotic approach. International Journal of Humanity Studies, 5(1), 14–28. https://doi.org/10.24071/ijhs.v5i1.3634
Murti, D., & Angraini, A. (2020). Representasi magical realisme dalam sinematografi film Sarvani Bhutani. Jurnal Seni Nasional Cikini, 6(2), 27–35. https://doi.org/10.52969/jsnc.v6i2.100
Natalia, W. K., & Sa’adah, W. N. (2021). Analisis semiotika Roland Barthes dalam video musik BTS “Interlude: Shadow” dan “Outro: Ego.” Jurnal Al-Tsiqoh (Dakwah dan Ekonomi), 6(2), 27–34. https://doi.org/10.31538/altsiq.v6i2.2083
Oktaviani, D. A. R., Suprapto, B., & Dzuhrina, I. (2020). Analisis semiotik video klip BTS “Blood, Sweat and Tears” sebagai representasi masa muda. ESTETIKA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 1–25. https://doi.org/10.36379/estetika.v2i1.106
Oktavyanthi, I., & Kholiq, M. (2018). A semiotic analysis in music video of “Blank Space” by Taylor Swift. Journal of Language and Literature, 6(1), 29–37. https://doi.org/10.35760/jll.2018.v6i1.2481
Panjaitan, Y. D. R., & Hasanah, N. (2022). Analisa teknik sinematografi pada film Parasite. Journal of Information System and Technology, 3(1), 100–126. https://doi.org/10.37253/joint.v3i1.6556
Permadi, J. B. (2010). Menjaga kontinuitas pada saat pengambilan gambar dalam media film. Humaniora, 1(2), 347–350. https://doi.org/10.21512/humaniora.v1i2.2876
Prasetyo, M. E., Zevri, & Everlin, S. (2022). Perancangan video klip profil komunitas K-Pop Dance Invasion DC Jakarta dengan teknik camera movement. Rekam: Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi, 18(2), 151–162. https://doi.org/10.24821/rekam.v18i2.7551
Raehana, R. (2022). Teknik foto 360° dan virtual reality dalam sinematografi. Arty: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 56–63.
Rahmi, N. (2021). Makna dan pesan dalam cuplikan gambar video klip yang berjudul “Corona La” oleh Family Media Co (kajian analisis semiotika Sanders Peirce). Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 11(2), 122–134. https://doi.org/10.37905/jbsb.v11i2.10257
Rezeki, F., Harahap, N., & Zuhriah. (2023). Analisis teknik sinematografi dalam videoklip “Till We Meet Again.” JISOS: Jurnal Ilmu Sosial, 2(2), 1495–1502.
Sanjaya, W. (2023). Visual composition in building dramatization of song lyrics in the music video “Melawan Restu”: Komposisi visual dalam membangun dramatisasi lirik lagu pada video musik “Melawan Restu.” VCD: Journal of Visual Communication Design, 8(2), 320–344. https://doi.org/10.37715/vcd.v8i2.4007
Sanjaya, W. (2024a). Komposisi visual dalam membangun dramatisasi kekuasaan pada lirik lagu video musik “Kamu Anggap Apa.” Jurnal Bahasa Rupa, 7(3), 150–165. https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v7i3.1587
Sanjaya, W. (2024b). Scene continuity in building the message of the song in “Jiwa yang Bersedih” music video. VCD: Journal of Visual Communication Design, 9(2), 197–226. https://doi.org/10.37715/vcd.v9i2.4295
Sanjaya, W. (2025a). Dramatisasi abnormalitas melalui komposisi visual pada video musik “Birds of A Feather.” Visualita: Jurnal Online Desain Komunikasi Visual, 13(2), 205–229. https://doi.org/10.34010/visualita.v13i2.14924
Sanjaya, W. (2025b). Pemanfaatan split-screen dan motion graphic dalam penyampaian pesan pada video musik “Drunk Text.” GESTALT, 7(2), 53–82. https://doi.org/10.33005/gestalt.v7i2.511
Sari, R. P., & Abdullah, A. (2020). Analisis isi penerapan teknik sinematografi video klip monokrom. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi (JRMDK), 1(6), 418–423. https://doi.org/10.24014/jrmdk.v2i1.9236
Sultanika, S. (2021). Sinematografi film pendek Yogyakarta. DESKOVI: Art and Design Journal, 4(1), 23–29. https://doi.org/10.51804/deskovi.v4i1.814
Supriyadi. (2019). Perancangan animasi stopmotion Pangeran Diponegoro berbasis sinematografi. Jurnal Komunikasi, 10(2), 145–152. https://doi.org/10.31294/jkom.v10i2.6181
Surasa, Sudarman, Suparna, & Haj, M. I. F. (2022). Penerapan sinematografi pada film animasi 3D berjudul Tamiya. Knowledge: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan, 2(3), 261–269. https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i3.1673
Syahnarki, R. E., & Wibisono, S. (2023). Kontinuitas sebagai upaya penyajian visual realistis dalam drama televisi Alun. Sense: Journal of Film and Television Studies, 6(1), 49–58. https://doi.org/10.24821/sense.v6i1.9359
Tamsil, I. S. (2022). Pesan pantang menyerah dan ikhlas melalui teknik sinematografi pada film Nusa The Movie 2021. Calaccitra: Jurnal Film dan Televisi, 2(2), 9–19. https://doi.org/10.59997/cc.v2i2.1788
Wiratirta, L. W., & Adim, A. K. (2023). Makna cinta kasih sayang pada video musik lagu Kirana-Dewa 19. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 114–127. https://doi.org/10.33366/jkn.v5i1.289
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 William Sanjaya, Jimmy Jimmy, Indira Febriany, Marcella Marcella (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Articles published in Jurnal Desain are licensed under the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License (CC BY-NC 4.0), unless otherwise indicated.
This license allows users to:
- Share: Copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt: Remix, transform, and build upon the material.
These permissions apply for non-commercial purposes and are subject to the following terms:
1. Attribution (BY)
Users must give appropriate credit to the original author(s), acknowledge the article’s original publication in Jurnal Desain, provide a link to the CC BY-NC 4.0 license, and indicate if changes were made.
Attribution may be provided in any reasonable manner, but not in a way that suggests that the author(s) or Jurnal Desain endorse the user or the use of the material.
Where available, users are encouraged to include the article’s Digital Object Identifier (DOI) when citing or redistributing the work to ensure persistent identification of the Version of Record.
2. NonCommercial (NC)
The material may not be used for commercial purposes.
Commercial use refers to use that is primarily intended for or directed toward commercial advantage or monetary compensation.
Users wishing to make commercial use of material covered by the license must obtain separate permission from the relevant copyright holder(s).
3. No Additional Restrictions
Users may not apply legal terms or technological measures that legally restrict others from exercising any rights permitted by the license.
4. Third-Party Material
The CC BY-NC 4.0 license applies to the article unless otherwise indicated. Figures, photographs, artworks, illustrations, tables, data, or other third-party materials may be subject to separate copyright or licensing terms.
Users are responsible for determining whether separate permission is required before reusing material that is excluded from the article’s Creative Commons license.
Official License Terms
The complete terms of the license are available from the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License: https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/






